Pengikut

Meninggal Tertimpa Truk, Kok Malah Jadi Ahli Selai dan jadi Rebutan Dua Pria Tampan? Alur Cerita 'Mori no Hotori'




Volume 1 Chapter 0

Halo semuanya, selamat datang kembali di Bilizone! Channel yang bakal ngebawa kalian masuk ke dunia cerita yang seru dan bikin penasaran.

 Pernah nggak sih kalian ngerasa capek banget sama kerjaan? Pengennya liburan, santai-santai, eh malah ada aja gangguannya. Nah, hari ini kita bakal kenalan sama seorang cewek yang ngalamin hari paling sial dalam hidupnya. Tapi, gimana jadinya kalo hari paling sial itu, justru jadi awal dari petualangan yang nggak pernah kamu bayangin? Yuk, kita mulai ceritanya!

Cerita kita dimulai dari seorang cewek bernama Margaret. Dia ini konsultan kosmetik yang lagi capek-capeknya. Bayangin aja, udah kerja 11 hari non-stop, eh di hari liburnya yang berharga, dia malah ditelepon sama manajernya, si Kudo, buat masuk kerja gantiin temennya yang sakit.

 Rencananya buat istirahat seharian, beberes rumah, dan yang paling penting, bikin selai stroberi favoritnya, langsung hancur berantakan. Seharian itu, Margaret kerja dengan perasaan dongkol, capek, dan lapar. Dari obrolannya sama juniornya, si Yuuko, kita jadi tahu kalau Margaret ini orangnya sederhana, nggak ambisius, dan jago banget ngelayanin pelanggan lansia karena dari kecil diasuh sama neneknya.

Singkat cerita, hari yang melelahkan itu hampir berakhir. Margaret dapet tugas terakhir buat ngambil paket di area parkir belakang. Tempatnya agak sepi dan gedungnya udah tua. Saat dia lagi di sana, tiba-tiba..

DUARRR! Sebuah truk pengiriman lepas kendali, nabrak pilar gedung, dan dalam sekejap, semuanya runtuh menimpa Margaret. Hidupnya yang biasa dan sederhana berakhir dengan cara yang brutal dan tak terduga. Pikiran terakhirnya? Cuma soal, "Ini bakal dihitung kecelakaan kerja, kan?" Tragis banget.

Tapi, cerita Margaret nggak berhenti di situ. Tiba-tiba, dia sadar. Bukan di surga yang penuh awan, bukan juga di rumah sakit. Yang ada cuma sensasi tanah basah, aroma pepohonan, dan... jilatan hangat di wajahnya.

 Pas dia buka mata, yang dia liat adalah seekor anjing Afghan Hound gede banget yang lagi natap dia! Awalnya dia pasrah, ngira udah di akhirat, dan mulai ngenang keluarganya. Tapi semua terasa... terlalu nyata. Angin sepoi-sepoi, daun basah di bajunya, semuanya terasa hidup.

 Dan tepat sebelum kesadarannya kembali memudar karena kelelahan, dia denger suara gonggongan anjing dan sayup-sayup suara seorang wanita dari kejauhan. Ini bukan akhir. Ini adalah awal dari sebuah babak baru yang sangat, sangat misterius.

Jadi, Margaret beneran mati, tapi hidup lagi di dunia lain! Kira-kira, dunia macam apa itu? Siapa wanita misterius pemilik anjing itu? Dan apa yang bakal terjadi sama Margaret selanjutnya, di tempat yang sama sekali nggak dia kenal?

 Buat kalian yang penasaran, jangan lupa buat Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone biar kalian nggak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Nyalakan juga lonceng notifikasinya ya! Sampai jumpa di episode selanjutnya, kita bakal bongkar misteri dunia baru Margaret! Ciao

Chapter 1

 Di Chapter sebelumnya, kita udah kenalan sama Margaret, seorang konsultan kosmetik yang hidupnya berakhir tragis di hari liburnya. Tertimpa reruntuhan gedung, pikiran terakhirnya cuma soal asuransi kerja. Tapi, apa jadinya kalau kematian itu bukan akhir, melainkan gerbang menuju dunia yang sama sekali berbeda? Yuk, kita lanjut ke Bab 1: Surga tapi bukan Surga!

Margaret membuka matanya. Bukan di rumah sakit, bukan pula di surga yang ia bayangkan. Ia terbangun di sebuah kamar tidur indah bergaya Eropa kuno, dengan perban membalut tubuhnya yang terasa sakit. Di sampingnya, ada dua sosok asing: seorang wanita bangsawan tua yang anggun bernama Lady Adelaide dan seorang dokter berambut perak, Dr. Daniel.

 Tatapan khawatir Lady Adelaide mengingatkannya pada neneknya, membuatnya merasa sedikit aman di tengah kebingungan total. Tapi, saat Margaret mencoba mengucapkan terima kasih, sebuah kenyataan pahit menghantamnya.

Tidak ada suara yang keluar. Mulutnya bisa terbuka, tapi yang ada hanyalah hembusan udara kosong. Kepanikan menjalari dirinya. Ia telah kehilangan suaranya. Di dunia yang asing ini, tanpa bisa berkomunikasi, tanpa tahu jalan pulang, Margaret akhirnya menangis sejadi-jadinya.

 Namun, di tengah keputusasaannya, Lady Adelaide tidak meninggalkannya. Dengan sabar, wanita itu menenangkannya, mengusap punggungnya, dan memberinya secangkir teh hangat. Sebuah kebaikan sederhana yang menjadi sauh bagi jiwa Margaret yang terguncang.

Saat kondisinya membaik, sebuah fakta yang lebih mengejutkan terungkap. Menurut Dr. Daniel, Margaret bukanlah korban kecelakaan biasa. Ia adalah seorang "Pemanggil Roh" atau Spirit Caller! Sosok langka yang dipanggil ke dunia ini oleh para Roh untuk menjaga keseimbangan.


                                             

 Ironisnya, sebagai Pemanggil Roh, Margaret bisa melihat makhluk-makhluk magis seperti peri yang bagi orang lain hanya tampak seperti butiran cahaya. Tapi, dirinya sendiri sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir. Di dunia yang penuh sihir ini, ia seperti... zombie!

 Karena nama aslinya tidak bisa dibaca di dunia ini, Lady Adelaide memberinya nama baru: Margaret, terinspirasi dari anting mutiara peninggalan neneknya yang masih setia menempel di telinganya. Dengan nama baru dan identitas baru, Margaret pun memulai hidupnya dari nol.

Meskipun sebagai Pemanggil Roh ia bisa hidup mewah di Istana Kerajaan, Margaret memilih jalan yang berbeda. Ia jatuh cinta pada kehidupan pedesaan yang tenang dan pada sosok Lady Adelaide yang mengingatkannya pada keluarga. Ia pun meminta untuk diizinkan tinggal dan bekerja di rumah besar itu, sebuah permintaan yang diterima dengan tangan terbuka.

 Dan di sinilah keajaiban kecil terjadi. Margaret, yang di kehidupan sebelumnya berandai-andai ingin membuat selai stroberi di hari liburnya, kini bisa melakukannya setiap hari! Ia memetik stroberi segar langsung dari kebun, memasaknya di panci tembaga tua, dan menemukan kebahagiaan sejati dalam hal-hal sederhana yang dulu ia abaikan. Hidupnya yang sibuk dan melelahkan telah berganti dengan kedamaian.

 Cerita kita nggak berhenti di situ, guys. Dr. Daniel, melihat kebaikan hati Margaret, menawarinya sebuah pekerjaan. Ia diminta untuk membantu menjaga anak-anak pasien yang datang ke kliniknya. Sebuah peran baru yang akan membawanya lebih dalam ke komunitas desa Miselle.

                                                              




Dan tentu saja, di klinik itu ada Mark, asisten dokter yang super ganteng, berambut pirang, tapi sikapnya... dingin banget! Si pangeran es ini bahkan sempat memergoki Margaret menari-nari sendirian di ladang. Hmm, kira-kira interaksi macam apa yang akan terjadi di antara mereka berdua?

Nah, gimana guys? Dari kematian tragis, Margaret justru menemukan kehidupan yang lebih damai dan penuh makna. Ia punya keluarga baru, nama baru, dan tujuan baru.

 Kira-kira, bagaimana petualangan Margaret sebagai pengasuh anak di klinik dokter? Dan apa sebenarnya rahasia di balik asisten ganteng yang misterius itu? Kita bakal cari tahu jawabannya di episode selanjutnya!

 Jangan lupa buat Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone biar kalian nggak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Nyalakan juga lonceng notifikasinya ya! Sampai jumpa di video berikutnya. Ciao!


 Chapter 2

 Di Cahpter lalu, Margaret udah memulai hidup barunya di dunia fantasi. Dia dapet nama baru, keluarga baru, bahkan pekerjaan baru! Tapi, pernah nggak sih kalian penasaran, gimana ceritanya dari sudut pandang orang-orang yang nemuin dia? Nah, di episode kali ini, kita bakal dengerin ceritanya langsung dari sang dokter baik hati, Dr. Daniel Reynolds! Siap-siap, karena bakal banyak rahasia yang terungkap!

Cerita kita dibuka dari sudut pandang Dr. Daniel. Ia mengenang kembali hari yang mengubah segalanya. Pagi itu, kliniknya yang tenang tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Buddy, anjing kesayangan Lady Adelaide, yang panik luar biasa. Anjing itu menarik-narik jasnya, seolah memohon pertolongan.

 Khawatir sesuatu terjadi pada sahabatnya, Lady Adelaide, Dr. Daniel dan asistennya, Mark, langsung bergegas menuju rumah besar itu. Tapi yang mereka temukan bukanlah Lady Adelaide yang terluka, melainkan seorang gadis asing yang terbaring sekarat di taman—Margaret.

Nah, di sinilah fakta baru terungkap, guys! Ternyata, Lady Adelaide awalnya nggak langsung mau merawat Margaret di rumahnya. Justru Dr. Daniel-lah yang bersikeras! Ia merasa nggak pantas kalau seorang gadis muda yang terluka harus dirawat di klinik yang isinya cuma laki-laki.


                                                    


 Dan bukan cuma itu, Dr. Daniel juga yang meyakinkan Lady Adelaide untuk mengizinkan Margaret tinggal selamanya. Ia melihat ikatan mereka yang begitu kuat, seperti ibu dan anak yang telah lama terpisah. Menurutnya, pertemuan mereka itu bukan kebetulan, tapi takdir. Wow, dalem banget ya, Dok!

Dari mata Dr. Daniel, kita juga jadi tahu lebih banyak soal Margaret. Ia melihat Margaret sebagai gadis yang sangat kuat dan mudah beradaptasi, tapi juga polosnya kebangetan! Saking polosnya, Daniel sampai khawatir kalau Margaret nanti pergi ke kota besar. Katanya, kepolosan Margaret itu bisa "berbahaya". Hmm, bahaya gimana nih, Dok?

 Oh ya, ada fun fact juga nih! Dr. Daniel dan Mark ternyata sempat nge-gosipin umur Margaret. Di dunia mereka, cewek umur 28 tahun itu biasanya udah punya anak dua atau tiga. Jadi pas tahu Margaret masih single, mereka sampai kaget dan nggak percaya. Beda dunia, beda standar ya, guys!

Nah, bagian yang paling seru! Dr. Daniel ternyata jeli banget. Ia sadar ada yang beda dari asistennya yang super ganteng tapi dingin itu, si Mark. Setiap kali ngomongin Margaret, Mark yang biasanya kaku jadi lebih santai dan banyak senyum. Diam-diam, Dr. Daniel jadi shipper nomor satu buat mereka berdua! Dia berharap banget muridnya itu bisa deket sama si Pemanggil Roh.

                                                                
                                                          

 Cerita ditutup dengan adegan yang bikin kita senyum-senyum sendiri. Dr. Daniel datang ke rumah Lady Adelaide dan langsung disambut aroma selai stroberi buatan Margaret. Di sana, ia dengan iseng ngegoda Margaret, bilang kalau Mark ngeliat dia nari-nari sendirian di ladang.

Margaret yang malu-malu kucing langsung ngasih dua toples selai ke Dr. Daniel. Kata dokternya, itu "uang tutup mulut" biar dia nggak cerita ke Mark. Aduh, gemes banget sih!

Gimana, guys? Ternyata banyak banget ya yang terjadi di balik layar. Kita jadi tahu kalau Dr. Daniel ini bukan cuma dokter, tapi juga mak comblang tersembunyi!

 Pertanyaannya, apakah usaha Dr. Daniel bakal berhasil? Gimana reaksi Mark kalau tahu soal selai "uang tutup mulut" itu? Dan kapan Mark dan Margaret bakal ngobrol langsung? Semua bakal kita kupas tuntas di episode selanjutnya!

 Jangan lupa tinggalin jejak dengan Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone biar nggak ketinggalan update terbaru. Sampai jumpa di petualangan berikutnya! Ciao!


 Chapter 3

 Di Chapter chapter sebelumnya, kita udah ngikutin perjalanan Margaret yang pindah dunia dan Dr. Daniel yang jadi sosok ayah baginya. Tapi pernah nggak sih kalian mikir, gimana ceritanya dari sudut pandang si asisten ganteng yang super cool itu? Si Mark! Nah, di episode kali ini, kita bakal bongkar semua rahasianya! Siap-siap, karena ceritanya jauh lebih kelam dari yang kalian bayangin!

Ternyata, di balik wajah tampannya, Mark punya masa lalu yang kelam banget. Dia adalah anak haram seorang bangsawan, hidup dalam kebencian, dan merasa kosong tanpa tujuan. Saking pinternya, saudara-saudara tirinya iri dan bahkan mencoba untuk... membunuhnya.

 Di saat-saat tergelapnya, saat ia terluka parah dan bersembunyi di gang sempit, muncullah seorang penyelamat. Siapa lagi kalau bukan Dr. Daniel! Dokter baik hati itu nggak cuma nyembuhin lukanya, tapi juga memberinya tempat tinggal dan tujuan hidup baru sebagai asistennya. Pertemuan inilah yang mengubah hidup Mark selamanya.

Lalu, datanglah Margaret. Awalnya, Mark cuma ngeliat dia sebagai pasien biasa. Seorang "Pemanggil Roh" yang terluka parah. Tapi, semua berubah saat ia nggak sengaja ngeliat sisi lain Margaret.

 Bayangin ini, guys. Suatu sore, Mark ngeliat Margaret duduk sendirian di beranda, dikelilingi cahaya peri, tertawa tanpa suara tapi air matanya hampir jatuh. Di momen itu, Mark sadar, cewek ini sama kayak dirinya dulu: menyembunyikan kesedihan di balik senyuman. Hatinya langsung tersentuh.

Nah, ini bagian gemesnya! Kesal karena Margaret terus-terusan pasang topeng senyum, Mark ngelakuin hal yang nggak terduga... dia nepuk kepala Margaret! Dan reaksinya? Margaret langsung kaget, mukanya merah padam, dan marah-marah tanpa suara. Di situlah Mark sadar, inilah cara untuk melihat emosi Margaret yang sebenarnya! Dia udah nemuin "cheat code"-nya, guys!

 Dan ya, yang ngeliat Margaret nari-nari di ladang itu juga Mark! Dia ngeliatin dari jauh dengan perasaan hangat, sampai pas Margaret terkilir, dia ngerasa khawatir banget.

Di akhir bab ini, Mark akhirnya jujur sama dirinya sendiri. Semua perasaan aneh yang ia rasakan, semua perhatian yang ia berikan... dia tahu nama perasaan itu. Meskipun dia nggak mau ngucapin kata klise, kita semua tahu, kan? Yap, Mark Disraeli... telah jatuh cinta pada Margaret. Dia terpesona sama cara Margaret melihat dunia, dan berharap bisa ikut melihat dunia yang penuh cahaya itu bersamanya.

Aduh, gimana nih guys! Ternyata si pangeran es kita hatinya udah meleleh total! Dari cowok apatis, jadi bucin akut!

 Pertanyaannya sekarang, kapan Mark bakal jujur sama perasaannya? Gimana reaksi Margaret kalau tahu? Dan apa yang bakal terjadi di pekerjaan baru Margaret sebagai pengasuh anak? Makin seru aja nih!

 Jangan lupa buat Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone biar kalian nggak ketinggalan kelanjutan kisah cinta mereka. Sampai jumpa di episode berikutnya! Ciao

 Chapter 4

 Di chapter lalu, kita udah ngintip isi hati Dr. Daniel dan Mark. Ternyata si pangeran es kita udah bucin akut sama Margaret! Nah, sekarang kita balik lagi ke sudut pandang Margaret. Gimana ya rasanya jadi pengasuh anak di dunia fantasi? Dan apa yang bakal terjadi saat tamu dari ibu kota datang? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

Cerita kita dimulai dengan hari pertama Margaret kerja di klinik. Paginya manis banget, guys! Dia ngurusin ayam, sarapan bareng Lady Adelaide, terus jalan kaki ke klinik ditemenin anjing setianya, Buddy. Dan yang paling gemes, di tengah jalan dia malah diarak sama rombongan anak-anak desa yang super heboh! Kelihatan banget kan kalau Margaret udah mulai diterima di sana.

 Di klinik, Margaret langsung nunjukin bakatnya sebagai mantan calon guru TK. Anak-anak langsung nempel sama dia. Tapi... ada satu "anak" yang nggak bisa diem, siapa lagi kalau bukan Mark! Dia terus-terusan nepuk kepala Margaret, bikin Margaret kesel tapi juga... salah tingkah. Duh, modus operandinya udah ketebak banget nih!

                                                          


Eits, tapi hari damai ini nggak bertahan lama. Tiba-tiba, dua tamu penting dari ibu kota dateng! Yang pertama, Hugh, peneliti sihir ganteng yang jago ngegombal. Yang kedua, Walter, si tembok berjalan yang ternyata adalah anak kandung Lady Adelaide yang udah lama nggak pulang! Suasananya langsung jadi canggung, guys!

Nah, di sinilah puncak ceritanya! Setelah makan malam, Hugh ngungkapin tujuan utamanya. Dia bisa "melihat" sihir, dan dia bilang ada aliran sihir yang dahsyat banget dari hutan yang sumbernya adalah... Margaret!

 Hugh pun minta izin buat "meriksa" mata Margaret pakai Sihir Investigasi. Dan saat Hugh maju... pahlawan kita muncul! Mark langsung gercep, meluk Margaret dari depan dan masang perisai sihir buat melindunginya! Gila, protektifnya bukan main! Momen ini bener-bener nunjukkin kalau perasaan Mark itu udah nggak main-main lagi!

 Setelah ditenangin, penyelidikan akhirnya dilakukan, dan hasilnya bikin semua orang melongo! Ternyata:

  • Satu: Mata Margaret yang warnanya beda itu punya sihir!
  • Dua: Sihir itu nyambung langsung ke hutan dan para Roh!
  • Tiga: Mata itu ternyata semacam "charger" atau saluran buat para Roh ngirim sihir penyembuhan ke tubuh Margaret dari jarak jauh! Pantesan lukanya cepet banget sembuh!

Cerita ditutup dengan adegan yang dalem banget. Tengah malem, Margaret ngobrol berdua sama Walter. Si tembok berjalan itu akhirnya curhat! Dia ngaku udah jadi anak yang durhaka dan makasih banget sama Margaret karena udah bikin ibunya senyum lagi. Momen ini bikin Margaret sadar, di balik sikap dinginnya, Walter cuma anak yang canggung dan sayang sama ibunya.

                                                                


Wah, gila sih episode kali ini! Penuh banget! Kita dapet momen romantis dari Mark, momen emosional dari Walter, dan fakta baru yang super keren tentang kekuatan Margaret!

 Kira-kira, apa yang bakal terjadi selanjutnya dengan kekuatan baru Margaret? Apa para Roh bakal muncul? Dan kapan Mark bakal ngakuin perasaannya secara langsung? Makin penasaran kan!

 Makanya, jangan lupa buat Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone biar nggak ketinggalan chapter berikutnya. Sampai jumpa di video selanjutnya! Ciao

 

Chapter 5

 Kalian pikir pangeran es kita, Mark, satu-satunya cowok yang punya rahasia? Tunggu dulu! Di episode sebelumnya, kita udah ketemu sama Walter, si tembok berjalan yang ternyata anaknya Lady Adelaide. Nah, di episode kali ini, kita bakal masuk ke dalam kepalanya! Siap-siap, karena kita akan mengungkap kisah seorang putra yang penuh penyesalan!

 Cerita kita kali ini dibuka dari sudut pandang Walter. Dan ternyata, dia pulang ke Miselle bukan karena rindu, guys, tapi karena tugas negara! Dia diperintah untuk menyelidiki Margaret.

 Tapi di balik tugasnya, ada beban yang berat banget. Bertahun-tahun dia nggak ketemu ibunya, dan saat bertemu, hatinya hancur melihat betapa rapuhnya sang ibu. Terungkap kalau Walter ini merasa bersalah banget. Dia ngerasa jadi penyebab ibunya nggak bahagia, bahkan jadi penyebab hancurnya pernikahannya sendiri. Karena rasa bersalah itulah, dia memilih untuk menjauh.

Lalu, dia bertemu Margaret. Saat pertama kali ngeliatnya di taman, Walter langsung terkesan. Margaret kelihatan tenang, cantik, dan anehnya, sama sekali nggak takut sama dia yang terkenal serem. Yang paling bikin hatinya teriris, dia ngeliat ibunya dan Margaret kayak ibu dan anak kandung yang bahagia. Sesuatu yang nggak pernah bisa dia rasakan.

Nah, ini dia momen puncaknya! Tengah malem, di dapur yang sepi, Walter nemuin Margaret lagi sendirian. Margaret dengan polosnya nulis kalau dia ngerasa jadi beban. Dan di saat itulah, si tembok berjalan ini... akhirnya runtuh.

 Walter akhirnya jujur. Dia bilang, kehadiran Margaret justru jadi anugerah buat ibunya. Dan yang paling penting, dia ngaku kalau selama ini dia udah jadi anak yang buruk dan berterima kasih banget ke Margaret karena udah nemenin ibunya. Momen ini bener-bener dalem, guys!

Di tengah keheningan itu, sebuah koneksi baru tercipta. Walter yang nggak pernah senyum, akhirnya bisa ketawa lepas karena ulah Margaret. Dan saat dia tanpa sadar mau nyentuh Margaret... tiba-tiba, seekor bodyguard berbulu muncul! Yap, Buddy si anjing datang dan ngerusak momen! Walter cuma bisa pasrah sambil mikir, "Margaret punya pengawal yang hebat juga ya."

Wow! Ternyata di balik sikap dinginnya, Walter punya hati yang rapuh banget. Kehadiran Margaret nggak cuma nyembuhin Lady Adelaide, tapi juga mulai nyembuhin hati Walter yang beku.

 Jadi, gimana nih, guys? Apa ini artinya kita punya saingan baru buat Mark? Tim Mark atau Tim Walter nih jadinya? Perang dingin antara dua pria untuk memperebutkan hati Margaret sepertinya akan segera dimulai!

 Biar nggak ketinggalan kelanjutannya, jangan lupa buat Like, Comment, dan Subscribe channel Bilizone. Sampai jumpa di chapter berikutnya! Ciao