Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas kelanjutan epik dari dunia Tensura yang bener-bener makin dalam intriknya. Bayangin aja, suasana di gerbang Tempest mendadak berubah drastis saat rombongan besar mulai berdatangan. Ini bukan rombongan pedagang biasa, melainkan parade kembalinya para monster dan elf yang sebelumnya diculik oleh organisasi gelap. Rimuru, sambil berdiri di sana memantau, sadar ada sesuatu yang nggak beres. Dia melihat para elf ini, meskipun dalam status budak, mereka diperlakukan dengan sangat baik. Tunggangan mereka berkualitas tinggi, dan yang paling bikin Rimuru mikir keras adalah nggak ada satu pun dari mereka yang luka lecet sedikit pun. Bahkan kepala peri yang jadi pemicu masalah ini juga baik-baik saja. Di sinilah Rimuru mulai menganalisis betapa mengerikannya organisasi yang dia hadapi. Bayangin, untuk menculik sepuluh elf yang punya kapasitas sihir peringkat C sampai B tanpa melukai mereka sama sekali, itu butuh skill yang nggak main-main. Rimuru menyimpulkan kalau para pemburu ini minimal ada di peringkat A. Hati Rimuru mendadak menegang, dia sadar kalau dunia bawah tanah ini nggak bisa diremehkan begitu saja. Lalu, muncullah sosok yang bener-bener bikin suasana makin berat, yaitu Damrada, salah satu petinggi Cerberus. Dia datang dengan senyum lebar yang kelihatan ramah tapi penuh rahasia. Damrada ini licin banget, guys. Dia berpakaian rapi, nggak mencolok, tapi auranya beda. Dia langsung membungkuk hormat ke Rimuru, memuji-muji Tempest sebagai sebuah permata, padahal niat aslinya pasti mau memetakan kekuatan Rimuru. Tapi Rimuru juga nggak bodoh. Meskipun dia bilang bakal melupakan kejadian penculikan ini karena janji sudah ditepati, dia kasih peringatan keras kalau dia nggak akan kasih kesempatan kedua. Damrada cuma ketawa, bilang kalau dia nggak mau cari mati lawan Raja Iblis. Di tengah percakapan itu, Damrada mulai memancing informasi tentang turnamen besar yang bakal diadakan di Tempest. Dia minta izin buat menonton, tapi Rimuru malah punya ide yang lebih gila. Rimuru langsung menunjuk Damrada dan bilang, 'Boleh saja, tapi dengan syarat, orang terkuat di rombonganmu harus ikut berpartisipasi.' Damrada sempat ragu, tapi Rimuru langsung menembak tepat ke sasaran, 'Damrada, kamu yang paling kuat di sini kan? Jadi kamu yang harus ikut.' Boom! Skakmat buat Damrada. Dia nggak bisa nolak karena lagi cari muka di depan Rimuru. Sementara itu, di bagian lain Tempest, suasana malah makin kacau gara-gara tingkah Veldora, Ramiris, dan Milim yang lagi asik-asiknya bereksperimen di dalam Dungeon. Mereka ketawa-tawa kencang sampai suaranya mengganggu penduduk sekitar, tapi ya namanya juga entitas kuat, nggak ada yang berani protes kecuali Rimuru yang cuma bisa geleng-geleng kepala. Di sisi administratif, Rimuru juga mulai menyusun strategi marketing gila buat Labirin barunya. Dia memperkenalkan Souei ke Myormiles untuk urusan komunikasi dan intelijen. Myormiles ini emang jenius bisnis, dia punya rencana buat narik para bangsawan biar mau jadi sponsor turnamen. Dia mau bikin sistem hadiah yang bikin para petualang tergoda tapi tetep menguntungkan negara. Bayangin, dia nyaranin hadiah 1.000 koin emas buat siapa pun yang bisa tamatin 100 lantai! Rimuru awalnya mikir itu kebanyakan, tapi Myormiles jelasin kalau itu cuma umpan, karena hampir nggak mungkin ada manusia yang bisa ngalahin naga di dalam labirin itu. Mereka juga bikin hadiah bertahap, kayak satu koin emas buat lantai 10, tiga buat lantai 30, biar orang-orang makin kecanduan buat nyoba. Rimuru bener-bener kagum sama ide Myormiles yang bisa bikin Labirin Naga ini jadi mesin uang sekaligus tempat hiburan global. Pertemuan itu berakhir dengan kepuasan Rimuru yang merasa kalau masa depan ekonomi Tempest bakal meledak lewat turnamen dan labirin maut ini. Persiapan makin matang, dan kita tinggal nunggu gimana gila-gilaannya turnamen seni bela diri itu nanti!
Myormiles, si otak bisnis kepercayaan Rimuru, bener-bener mikirin detail akses masuknya. Mereka mutusin kalau para petualang bisa masuk pake kartu asosiasi mereka, tapi buat yang nggak punya, Rimuru udah nyiapin kartu buatan sendiri hasil konsul sama Kaijin. Harganya? Cuma 3 koin perak per masuk. Murah? Tunggu dulu, karena kuncinya ada di 'Gelang Kebangkitan'. Rimuru ini pinter banget, dia bakal kasih gelang itu gratis di awal biar mereka ngerasain gimana rasanya 'mati tapi hidup lagi' tanpa rasa takut. Begitu mereka ketagihan, gelang selanjutnya bakal dijual 2 koin perak, dan Rimuru yakin banget ini bakal jadi mesin pencetak uang jangka panjang buat Tempest. Selain itu, Kurobee juga disiapin buat nyewain senjata dan armor kelas atas. Pokoknya, Rimuru udah nggak sabar banget buat buka penjara bawah tanah ini dan ngelihat pundi-pundi uangnya ngalir deras. Tapi guys, fokus utama kita bukan cuma labirin, melainkan turnamen seni bela diri yang bakal jadi magnet dunia. Myormiles kerja keras banget buat promosiin acara ini, meskipun dia sampe nggak tidur karena urusan manajemen yang tumpuk-menumpuk. Peserta dari internal Tempest sendiri udah bikin ngeri. Ada sembilan monster elit yang udah daftar: Benimaru, Diablo, Ranga, Souei, Shion, Hakurou, Gerudo, Gabil, dan Gobuta. Sembilan orang ini adalah inti dari kekuatan militer Tempest, dan mereka semua haus buat nunjukin siapa yang terkuat di hadapan Rimuru. Rimuru sendiri bingung, siapa sih yang paling jago? Mungkin Diablo, tapi di turnamen apa pun bisa terjadi karena energi sihir itu ada batasnya. Karena jumlah pesertanya ganjil, yaitu sembilan orang, Rimuru mutusin buat nambah slot jadi 16 peserta biar bagan pertandingannya rapi. Di sinilah intrik luar biasa dimulai. Rimuru mulai cari 'kontestan tambahan' dari para Raja Iblis. Ramiris langsung semangat nawarin Beretta, boneka tempurnya yang OP itu. Terus Milim? Wah, dia dengan gaya khasnya teriak kalau dia bawa 'pemakai topeng singa misterius' yang kita semua tahu itu sebenarnya adalah Carrion! Nggak cuma itu, dari sisi manusia, ada Damrada dari Cerberus yang kelihatannya tajir melintir dan punya kekuatan tersembunyi yang bikin Rimuru waspada. Kejutan paling epic muncul pas Arnaud Baumann, ksatria terkuat Templar, tiba-tiba minta join! Arnaud yang abis dilatih keras sama Hakurou ngerasa pede banget, apalagi dia dapet armor roh hasil eksperimen Kurobee. Rimuru sih cuma bisa geleng-geleng kepala dan nyuruh Arnaud pake topeng biar nggak terlalu mencolok sebagai Ksatria Suci. Sisa slot lainnya bakal diisi lewat babak kualifikasi buat monster-monster di hutan Jura yang pengen naik pangkat. Menjelang hari-H, suasana Tempest bener-bener pecah. Sekitar 3.000 tamu kelas atas dari berbagai kerajaan udah dateng. Rigurdo dan Rigur sibuk setengah mati ngatur logistik. Malem sebelum turnamen, Rimuru ngadain perjamuan mewah yang tujuannya buat 'diplomasi makanan'. Bayangin, para pemimpin dunia disuguhin sushi, sashimi, dan tempura ikan segar peringkat A yang ditangkep sendiri sama Rimuru. Mereka awalnya ragu makan ikan mentah dan nyuruh penyihir mereka cek racun, tapi begitu nyicipin, mereka langsung takjub! Belum lagi bir dingin berkarbonasi yang disajiin sama pelayan elf cantik pake yukata. Strategi Rimuru berhasil telak, dia nggak cuma pamer kekuatan militer lewat turnamen nanti, tapi juga pamer standar hidup Tempest yang super mewah lewat makanan dan pelayanan. Malam itu ditutup dengan suasana hangat yang penuh intrik, menandakan kalau besok, panggung pertumpahan darah dan kejayaan bakal dimulai!
