Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal masuk ke sebuah babak yang bener-bener kontras tapi bikin merinding di saat yang sama. Bayangin aja, di tengah ketegangan perang, kita diajak melihat seorang gadis cantik yang lagi asik belanja baju dengan senyum yang cerah banget. Dia pakai gaun one-piece, pindah dari satu toko ke toko lain, nanya-nanya ke temennya soal baju mana yang cocok. Dia bahkan cerita kalau dokter sudah bolehin dia keluar dan dia dapet undangan pesta dari temen-temennya. Si gadis ini akhirnya milih gaun malam warna biru yang punya belahan di paha, yang meskipun panjang tapi tetep modis buat gerak. Tapi di balik keceriaan itu, ada kenyataan pahit, guys. Nama gadis itu Oda Aiko, dan ternyata identitasnya dipalsukan sama seorang dokter yang sengaja menghapus masa lalunya biar bisa dijadiin mainan pribadi. Ngeri banget kan? Tapi oke, kita geser fokus kita ke medan pertempuran yang sebenernya, di mana kengerian yang beda lagi nunggu para ksatria suci. Di sisi lain medan perang, Kapten Grenda yang berambut pirang lagi memimpin pasukannya buat masang penghalang suci. Mereka ngerasa semuanya berjalan lancar sampai tiba-tiba muncul seorang pemuda berambut biru gelap dengan dua tanduk di kepalanya. Ya, itu adalah Souei! Grenda langsung waspada tapi tetep ngeremehin karena ngira Souei cuma Ogre peringkat tinggi biasa. Souei dengan gaya khasnya yang dingin cuma ngasih peringatan singkat: 'Duduk manis dan jangan gerak, itu yang terbaik buat kalian.' Tapi ya namanya ksatria suci yang sombong, mereka malah ketawa. Grenda ngirim tiga anak buahnya buat nyerang, tapi apa yang terjadi? Dalam sekejap mata, bener-bener cuma sepersekian detik, Souei lewat gitu aja dan ketiga ksatria itu langsung tumbang nggak sadarkan diri. Grenda mulai panik, dia inget peringatan Hinata soal musuh yang bisa bikin putus asa. Ternyata Souei udah ngebentuk klon bayangan dan ngepung mereka dari tadi tanpa mereka sadari sama sekali. Souei kemudian bilang kalau dia lagi belajar teknik penyiksaan dan bakal bereksperimen ke Grenda kalau dia nggak mau buka mulut soal rahasia gereja. Grenda yang masih punya harga diri mencoba melawan, tapi Souei bener-bener nggak bisa disentuh. Souei akhirnya pake teknik benangnya, tapi bukan buat ngasih rasa sakit fisik biasa, melainkan merangsang saraf sensitif Grenda sampai dia ngerasain kenikmatan yang luar biasa luar batas sampai mau gila. Grenda yang tadinya sombong langsung menyerah total dalam waktu singkat di tangan Souei. Sementara itu, di bagian lain, ada momen kocak sekaligus keren waktu Gabil, Gobuta, dan Hakurou dateng bareng pasukan bayangan Souei. Gabil sama Souka malah sempet-sempetnya berantem mulut soal siapa yang lebih hebat, padahal mereka itu kakak adik yang sebenernya saling sayang cuma gengsi aja. Para ksatria suci yang nunggu di sana kaget bukan main karena mereka sadar kalau yang mereka hadapi bukan Ogre, tapi Oni atau Kijin, evolusi tingkat tinggi yang auranya bener-bener menekan mental. Pertempuran besar berikutnya bener-bener udah di depan mata dan pasukan Rimuru bener-bener nggak kasih ampun sedikitpun buat para pengganggu ini!
Kita lanjut pertempuran yang bener-bener gila di dunia
Tensura, di mana para ksatria suci yang sombongnya selangit akhirnya harus
berhadapan dengan kenyataan pahit saat melawan bawahan Rimuru. Bayangin aja,
suasana di medan perang itu bener-bener mencekam, tapi di sisi lain juga
kelihatan lucu karena perbedaan kekuatan yang jauh banget. Kita mulai dari
perspektif para ksatria suci yang dipimpin oleh Kapten Gregory. Mereka ini
bener-bener ngeremehin lawan, guys. Gregory ngelihat barisan depan Dragonewt
pimpinan Gabil dan ngerasa kalau aura mereka itu aneh, nggak kayak monster
biasa. Tapi dasar emang sombong, dia mikir kalau sekuat-kuatnya monster, pasti
bakal kalah sama teknik suci mereka. Gregory bahkan dengan pede-nya ngebagi
tugas ke anak buahnya: dia bakal habisin naga besar, dua ksatria lain lawan
Oni, dan sisanya urus naga-naga kecil lainnya. Terus ada satu momen kocak di
mana salah satu anak buahnya nanya, 'Terus itu Hobgoblin kecil (Gobuta) gimana
kapten?' Dan kalian tahu apa jawaban Gregory? Dia cuma mendecak kesal dan
bilang kalau Gobuta itu cuma 'gorengan kecil' alias remah-remah yang bisa
diurus nanti. Sumpah, ini sih tanda-tanda bakal kena karma instan!
Tanpa nunggu lama, Gregory langsung pamer kekuatan. Dia
ngeluarin teknik rahasia pembunuh monster yang namanya 'Haou Yougekizan' atau
Pemenggalan Kepala Roh Raja Tinggi. Nggak tanggung-tanggung, dia mengayunkan
tombaknya dan nembakin gelombang kejut yang dahsyat barengan sama Meriam Suci
dari tangannya. Serangan itu bergabung jadi satu baut energi cahaya yang
kecepatannya nggak masuk akal, langsung mengarah ke Gabil dan Souka. Tapi ya
namanya juga bawahan Rimuru yang udah dilatih mati-matian, Gabil dan Souka
dengan santainya menghindar seolah itu cuma lalat lewat. Hakurou bahkan udah
menghilang duluan, melompat ke dahan pohon dengan kelincahan yang bikin mata
nggak sempat ngedip. Dan di sinilah momen paling ikonik dimulai: Gobuta ketinggalan
di tengah jalan! Bayangin ekspresi Gobuta yang panik setengah mati sambil
teriak 'Seriusan ini?!' karena dia nggak punya kecepatan kayak Hakurou buat
menghindar. Di mata Gregory, Gobuta itu udah pasti mati kena telak serangannya.
Tapi guys, kalian jangan lupa kalau Gobuta itu adalah 'anak
emas' keberuntungan di seri ini. Di saat kritis itu, Gobuta langsung
ngehubungin 'sosok rahasia' lewat tautan pikiran. Siapa lagi kalau bukan Raja
Kebijaksanaan, Raphael-san! Dengan gaya khasnya yang dingin dan penuh perhitungan,
Raphael ngasih solusi instan: 'Bersatulah dengan Serigala Bintang, masuk ke
bayangan, dan serang dari belakang.' Gobuta yang emang dasarnya penurut banget
kalau soal bertahan hidup, langsung ngikutin instruksi itu tanpa tapi. Boom!
Dalam sekejap, Gobuta menghilang ke dalam bayangan tepat sebelum serangan
Gregory menghancurkan tempat itu. Pas dia muncul lagi lewat teknik 'Shadow
Step', kekuatannya naik dua kali lipat lebih berkat penggabungan sama Ranga.
Gregory yang tadinya udah mau sombong karena mikir Gobuta udah jadi debu,
tiba-tiba ngerasa ada hawa keberadaan di belakangnya. Dia kaget setengah mati,
refleks guling-guling ke depan buat ngehindarin taring serigala yang nyaris
gigit lehernya. Di titik ini, Gregory sadar kalau Hobgoblin yang dia remehin
ternyata adalah ancaman nyata.
Sementara itu di sisi lain, Souka dan timnya juga nggak mau
kalah pamer. Souka ngerasa agak 'tersinggung' dikit karena Gobuta malah lebih
jago pake teknik bayangan dibanding mereka yang emang aslinya unit rahasia. Akhirnya
Souka mutusin buat nunjukin kelas mereka yang sebenernya dengan naik ke langit
dan ngelumpuhin komunikasi para ksatria, bikin mereka terpaksa tarung satu
lawan satu. Tapi yang paling epik sih Gabil, guys. Gabil bener-bener jadi
bintang di sini. Dia lawan dua ajudan kapten sekaligus dengan gaya yang sombong
tapi emang terbukti kuat. Para ksatria itu frustrasi banget karena pedang
mereka yang biasanya bisa motong energi sihir, malah nggak mempan sama sekali
lawan sisik naga Gabil yang kerasnya minta ampun. Bahkan sihir roh yang mereka
tembakkan nggak ada efeknya karena Gabil punya resistensi atribut suci. Gabil
malah ketawa ngakak sambil ngejek, 'Gini doang? Latihannya Hakurou-dono jauh
lebih neraka daripada serangan kalian!' Ini bener-bener penghinaan tingkat
tinggi buat para Ksatria Suci.
Di atas pohon, Hakurou ngelihatin semua itu dengan tatapan
dingin ala guru killer. Dia gumam kalau pertempuran ini sebenarnya adalah
bagian dari rencana Raphael dan Shion buat jadiin para ksatria suci ini sebagai
'bahan latihan' berjalan buat Gobuta dan yang lain. Hakurou sebenernya agak
kesel sama Gabil karena kelihatan terlalu bersenang-senang dan kurang serius,
jadi dia udah nyiapin menu latihan tambahan yang lebih kejam buat Gabil nanti
kalau perang ini kelar. Kasihan banget ya Gabil, padahal dia lagi merasa di
atas angin, tapi di mata Hakurou dia malah bakal kena hukuman. Semua pergerakan
mereka ternyata udah diatur sedemikian rupa oleh Raphael buat mastiin bawahan
Rimuru makin kuat. Jadi bisa dibilang, para Ksatria Suci ini bukan lagi lawan,
tapi cuma samsat hidup yang disediain buat naikin level tim Tempest. Gila sih,
betapa mengerikannya kalkulasi di balik layar negara monster ini!
