Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! Episode kali ini bener-bener gokil, karena kita bakal liat pertarungan yang nggak cuma adu otot, tapi juga adu mental dan teknik tingkat tinggi antara si kakek legenda Hakurou melawan sekretaris kesayangan kita, Shion! Gila banget kan? Langsung aja kita masuk ke Colosseum yang udah panas banget suasananya.
Di tengah arena yang megah itu, ketegangan bener-bener terasa sampai ke kursi penonton. Hakurou berdiri tegak, tenang kayak air di sumur tua, tapi aura pendekar pedangnya itu lho, ngeri banget! Di seberangnya, ada Shion yang biasanya barbar, tapi kali ini dia kelihatan beda banget. Dia lebih fokus, lebih tenang, dan matanya memancarkan tekad yang nggak main-main. Di atas podium, ada Milim Nava yang jadi wasit cadangan. Si raja iblis mungil ini sih gayanya santai aja, nggak terpengaruh sama sekali sama atmosfer serius di bawahnya. Tapi jangan salah, Rimuru yang nonton dari kursi VVIP sempet deg-degan, takut si Milim malah bikin rusuh. Untungnya, kali ini Milim pinter banget bawain suasananya, dibantu sama Souka yang profesional banget kasih laporan langsung.
Begitu pertandingan dimulai, suasananya langsung berubah jadi sunyi senyap. Keduanya mengacungkan pedang dengan posisi siap tempur. Awalnya mereka cuma saling uji, tebas-tangkis, tebas-tangkis. Rimuru sendiri ngebatin kalau ini bukan sekadar tawuran pedang kayak Benimaru vs Souei kemarin. Ini lebih kayak aliran sungai yang tenang, tapi kita semua tahu, kalau sungai tenang itu biasanya dalem dan mematikan! Dan bener aja, tiba-tiba hujan semangat juang turun! Hakurou meledak, dia berteriak sambil menebas Shion dengan kecepatan yang nggak masuk akal. Tapi plot twist-nya di luar nalar! Shion yang biasanya cuma modal tenaga badak, sekarang bisa nangkis serangan Hakurou dengan sangat efisien. Dia nggak buang-buang tenaga. Tekniknya udah naik level jadi rasional dan penuh taktik.
Rimuru yang ngelihat itu sampe melongo. Dia sadar kalau Shion udah tumbuh besar, nggak cuma badannya doang, tapi skill-nya! Hakurou sendiri sempet kaget. Bayangin, Shion yang biasanya cuma tahu 'pukul dan hancurkan', sekarang bisa gabungin kekuatan Hercules-nya sama teknik pedang yang mengalir. Hakurou sampe ngerasa terpojok dan harus serius. Padahal Hakurou itu guru besar lho! Shion bilang ke Hakurou kalau dia nggak mau selamanya jadi beban atau cuma jadi pelayan kasar. Dia punya ambisi buat jadi berguna buat Rimuru-sama. Pemikiran Shion ini dalem banget, dia takut kalau dia nggak kuat, dia bakal dilupakan sama Rimuru. Ketakutan akan dilupakan ini yang jadi bahan bakar dia buat jadi monster yang lebih mengerikan di arena.
Hakurou yang denger itu cuma bisa senyum bangga. Dia inget dulu Souei itu murid teladan, Benimaru itu murid yang penuh tanggung jawab, tapi Shion? Shion itu dulu masalah besar. Apalagi setelah Shion sempet mati dan dihidupkan kembali, Hakurou sempet khawatir kalau hati Shion bakal jadi gelap karena dendam. Dia bahkan udah siap-siap buat nebas Shion kalau Shion jadi gila. Tapi ternyata, berkat bimbingan Rimuru, Shion berubah. Rasa irinya yang dulu meledak-ledak sekarang udah berubah jadi ketenangan. Di dalam jiwa Shion, ada 'Envy's Sprout' atau Tunas Kecemburuan yang tadinya mau mekar jadi kekuatan jahat, tapi karena Shion udah merasa 'cukup' dan percaya sama Rimuru, tunas itu malah layu dan menyatu sama jiwanya jadi kekuatan baru yang lebih stabil.
Masuk ke klimaksnya, Hakurou bilang, 'Kalau kamu bisa hentiin serangan ini, aku bakal kasih kamu gelar penguasaan penuh!'. Hakurou langsung masuk ke posisi Battoujutsu, teknik tarik pedang paling mematikan. Suasana makin mencekam! Shion nggak mau kalah, dia nggak pake teknik tarik pedang karena senjata Dachi-nya kepanjangan, tapi dia fokus ke instingnya. Hakurou menyerang dengan 'Dim Current Slash', gerakannya jadi samar kayak udara, bener-bener tipuan mata tingkat dewa! Pedangnya udah hampir nyentuh leher Shion! Tapi di detik terakhir, Shion teriak: 'War Goddess Transformation!'. Boom! Aura Shion meledak, dia berubah jadi Dewi Perang! Kekuatannya naik ribuan persen. Dia ngelihat gerakan Hakurou kayak slow motion. Dengan teknik 'Chaotic Fate', Shion memutar badannya dan menebas balik dengan kecepatan yang mematahkan logika.
Cring! Suara besi patah kedengeran keras banget. Pedang latihan Hakurou hancur berkeping-keping! Shion yang udah kebawa suasana mau lanjutin tebasan mautnya, tapi tiba-tiba... Milim Nava melompat ke tengah arena! Dengan satu tangan, Milim nahan pedang Shion pake pedang legendaris 'Tenma'. Milim langsung teriak, 'Berhenti! Shion pemenangnya!'. Rimuru langsung lega banget, karena kalau Milim nggak campur tangan, Hakurou bisa beneran tewas di tempat. Shion yang sadar langsung minta maaf ke gurunya, sementara Hakurou cuma ketawa sambil bangga kalau muridnya udah melampaui dia. Milim bahkan nawarin Shion buat dilatih langsung sama dia, tapi Shion langsung nolak mentah-mentah sambil kabur, takut disiksa sama Milim. Kocak banget deh pokoknya!
Setelah urusan turnamen kelar, Rimuru punya agenda lain yang nggak kalah penting, yaitu makan malem bareng si Pahlawan Masayuki. Pas ketemu, Masayuki ternyata aslinya pemalu banget. Dia malu dipanggil 'Pahlawan' karena dia ngerasa itu sebutan yang norak buat dia yang aslinya cuma anak sekolahan dari Jepang. Rimuru langsung to the point, dia ngaku kalau namanya aslinya Mikami Satoru, mantan budak korporat. Masayuki langsung kaget dan terharu banget ketemu sesama orang Jepang. Sambil makan Sushi dan Udon buatan Tempest, Masayuki curhat panjang lebar kalau dia itu sebenernya korban cuci otak tipis-tipis dari Yuuki Kagurazaka lewat skill 'Mind Guide'. Dia merasa stres karena orang-orang memuja dia kayak Tuhan padahal dia nggak bisa apa-apa. Akhirnya, Masayuki janji bakal kerja sama dan jadi sekutu Rimuru. Plot twist-nya gila banget kan? Dari musuh jadi temen cuma gara-gara makanan! Gimana kelanjutan turnamen besok? Benimaru vs Gobuta dan Shion vs Diablo? Pastinya bakal lebih pecah lagi! Stay tuned terus di BiliZone!
.jpeg)