Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 86 Bahasa Indonesia

 


Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal masuk ke sebuah babak baru yang penuh misteri sekaligus kejutan luar biasa dari dunia Tensura. Cerita kita kali ini nggak langsung dimulai dengan Rimuru, melainkan di sebuah ruangan yang serba putih bersih, dingin, dan sunyi. Bayangkan sebuah ruangan dengan dinding yang sengaja dibuat empuk agar siapapun yang ada di dalamnya nggak bisa melukai diri sendiri. Di sana, ada seorang pria tua mengenakan jas lab putih khas ilmuwan, dan di hadapannya duduk seorang gadis muda yang mungkin baru berumur dua puluhan. Tapi penampilannya sangat kontras dengan usianya; dia mengenakan jaket pengekang atau straitjacket yang biasanya dipakai untuk pasien gangguan jiwa berat. Ekspresi gadis ini benar-benar kosong, seolah jiwanya sudah melayang entah ke mana, dan di sebelahnya tergeletak botol pil yang sudah kosong melompong. Suasana di sana bener-bener bikin merinding, guys.

Dokter itu memanggilnya dengan sebutan 'Badut'. Dia bertanya apakah gadis itu mendengarnya, tapi yang ada hanyalah keheningan yang menyesakkan. Dokter itu mulai cemas, mungkin takut reputasinya hancur kalau pasien ini kenapa-napa, jadi dia memanggil lagi dengan lebih keras, 'Badut!'. Masih nggak ada jawaban. Dengan tergesa-gesa, si dokter mengeluarkan senter kecil untuk mengecek pupil mata si gadis. Untungnya, matanya masih bereaksi terhadap cahaya, tanda dia masih hidup. Tiba-tiba, suasana berubah drastis saat gadis itu menoleh dan menatap langsung ke mata dokter itu dengan tatapan yang sangat jernih. Dia bertanya dengan suara yang tenang, 'Apa yang bisa aku bantu, Dokter?'. Dokter itu bertanya bagaimana perasaannya, tapi si gadis malah memberikan jawaban yang membingungkan. Dia bilang 'Badut' bukanlah namanya. Dia mengaku tidak tahu siapa dirinya karena dia telah melakukan apa yang diminta dokter itu, yaitu melupakan segalanya. Mendengar itu, si dokter malah merasa lega dan menyebutnya dengan nama 'Aiko'. Saat nama itu disebut, wajah gadis itu berubah menjadi senyuman malaikat yang sangat mempesona, sanggup menghangatkan hati siapapun. Dokter itu akhirnya pergi dengan rencana memindahkannya ke bangsal umum. Tapi, begitu pintu tertutup, senyum malaikat itu berubah menjadi seringai licik. Gadis itu tertawa pelan, tawa yang penuh rahasia dan gelap, menunjukkan bahwa semua tadi hanyalah sandiwara besar.


Sementara itu, beralih ke sisi lain dunia, sang protagonis kita, Rimuru Tempest, akhirnya kembali ke negaranya, Jura Tempest. Setelah mendapatkan pengakuan resmi dari para Raja Iblis lainnya di Perjamuan Walpurgis, Rimuru nggak pakai lama buat pulang. Dia nggak butuh perjalanan berhari-hari karena sekarang dia bisa menggunakan Gerakan Spasial, semacam teleportasi instan yang bikin perjalanan jadi sekejap mata. Rimuru sempat khawatir bakal ada drama 'aku pulang tapi negaraku sudah hancur', tapi syukurlah, begitu dia sampai, pemandangan yang menyambutnya adalah wajah-wajah bahagia rakyatnya. Semua divisi militer sudah menjalankan perintahnya dengan sempurna, mereka tersebar dalam formasi pertahanan yang sangat solid. Bahkan, keamanan di sekitar wilayah Tempest meningkat drastis karena rata-rata prajurit Rimuru sekarang memiliki peringkat B, yang mana ini sudah sangat kuat untuk ukuran dunia monster. Monster-monster liar yang tidak berakal pun jadi takut mendekat. Meskipun Rimuru senang, dia sempat kepikiran kalau monster-monster liar itu bakal lari ke wilayah manusia dan bikin kekacauan di sana. Dia benar-benar tipe pemimpin yang sangat peduli, ya guys.


Begitu Rimuru melangkah masuk ke kota didampingi Veldora dan Shion, suasana berubah jadi sangat megah. Para warga dan tentara yang sedang berpatroli langsung berbaris rapi di tepi jalan dan membungkuk hormat. Gerakan mereka sangat sinkron, seolah mereka sudah melatih penyambutan ini selama Rimuru pergi ke Walpurgis. Tak lama kemudian, Rigurdo muncul sebagai perwakilan. Dengan semangat yang meluap-luap dan wajah penuh kebanggaan, Rigurdo berteriak menyambut kenaikan Rimuru menjadi Raja Iblis Sejati. Rimuru sebenarnya merasa sangat malu karena penyambutannya terlalu berlebihan dan megah, tapi di sisi lain, dia juga merasa senang melihat rakyatnya begitu bangga padanya. Saking semangatnya, Tempest mengadakan perjamuan makan besar lagi. Rimuru bahkan bercanda dalam hatinya kalau mereka terus-terusan mengadakan pesta setiap minggu, negara ini bisa jadi tujuan wisata kuliner tetap. Tapi ya gimana lagi, momen ini memang bersejarah, Rimuru kini resmi duduk di kursi para penguasa dunia.


Keesokan harinya, setelah pesta mereda, Rimuru langsung tancap gas mengadakan pertemuan mendesak dengan para kepala departemen. Dia memerintahkan Souei, sang ninja andalannya, untuk terus memantau pergerakan monster dan potensi ancaman di wilayah tersebut. Menariknya, Souei bilang mungkin sekarang mereka nggak perlu khawatir lagi. Ternyata, karena banyaknya petinggi Tempest yang sekarang punya aura luar biasa kuat, monster-monster lemah jadi enggan muncul. Tapi Rimuru punya ambisi lebih besar, dia ingin memastikan jalur perdagangan mereka aman bagi pedagang manusia. Di sinilah kejutan teknis muncul. Kaijin, sang pandai besi legendaris, masuk dengan senyum lebar dan mengumumkan penemuan baru: Alat sihir pembuat penghalang! Rimuru kaget bukan main karena Kaijin, Bester, dan Gabil berhasil membuat alat itu dalam waktu kurang dari sebulan.


Detail alat ini sangat menarik, guys. Namanya 'Penghalang-kun'. Berbentuk kubus dari baja iblis dengan volume sekitar 1 meter dan berat yang cukup lumayan. Alat ini bekerja dengan menyerap energi magis (magicule) dari atmosfer sekitar, jadi dia bisa berfungsi terus-menerus tanpa henti. Fungsinya adalah menciptakan penghalang anti-monster di sepanjang jalan raya. Bayangkan, jalan raya sepanjang 10 km bisa diamankan hanya dengan menempatkan alat ini di titik-titik tertentu. Ini adalah kolaborasi jenius antara sains Bester dan teknik penulisan mantra Shuna serta Kurobee. Penemuan ini bukan cuma buat keamanan, tapi juga menghasilkan produk sampingan berupa Kristal Iblis yang bisa jadi bahan bakar energi baru. Rimuru langsung setuju untuk memasang alat ini di seluruh jalur utama, memperkuat posisi Tempest sebagai pusat perdagangan dunia. Terakhir, Rimuru juga memantau situasi politik di Kerajaan Falmuth. Youm, pahlawan buatan Rimuru, sedang bergerak sesuai rencana untuk menggulingkan kekuasaan lama. Rimuru merasa geli melihat raja lama Falmuth yang mereka bebaskan sekarang malah berusaha mencari muka dan ingin berteman dengan Tempest demi keuntungannya sendiri. Semua bidak catur sudah berada di tempatnya, dan Rimuru siap untuk langkah besar berikutnya.

Di ruang pertemuan Tempest yang hangat namun penuh aura wibawa, Rimuru lagi duduk santai dengerin laporan dari anak-anak buahnya yang super setia. Gerudo, sang High Orc yang badannya gede tapi hatinya lembut, ngangkat tangan dengan penuh hormat. Dia bilang kalau pembangunan jalan raya antar negara itu berjalan lancar, tapi dia punya satu permintaan pribadi: dia pengen banget keliling ke desa-desa Orc untuk nyebarin kabar kalau sekarang Rimuru sudah resmi jadi Raja Iblis. Dia pengen latihan skill transportasi sekaligus memastikan saudara-saudaranya tahu siapa bos besar mereka sekarang. Rimuru yang denger itu cuma manggut-manggut santai, dia bangga banget sama kerja keras para Orc selama ini. Tapi tiba-tiba, suasana yang tadinya tenang berubah jadi agak canggung pas Rimuru nyeletuk, 'Oh iya, gue lupa bilang, sekarang seluruh Hutan Jura itu resmi jadi wilayah kekuasaan gue lho.' Duar! Kalimat itu kayak petir di siang bolong buat semua orang di ruangan itu. Rigurdo sampai melongo, matanya hampir keluar karena kaget. Bayangin aja guys, Hutan Jura itu luasnya minta ampun dan selama ini selalu jadi zona netral yang nggak tersentuh hukum negara manapun. Benimaru langsung pasang muka serius, dia kepikiran gimana reaksi ras-ras lain yang sembunyi di dalam hutan, terutama para Peri atau Elf yang punya desa-desa rahasia. Kaijin, si pengrajin kurcaci tua yang bijak, langsung menimpali dengan nada berat. Dia bilang kalau ini masalah besar karena selama ini semua ras di hutan tinggal gratisan tanpa izin, tapi sekarang, mereka semua wajib sowan dan minta izin ke Rimuru kalau nggak mau dianggap ilegal. Gabil yang emang dasarnya agak lebay langsung panik sekaligus bangga, dia teriak-teriak bakal langsung kasih tahu ayahnya di suku Lizardman biar nggak ketinggalan berita. Di tengah kekacauan itu, Rimuru malah salah fokus ke Shion yang berdiri di sampingnya dengan muka sombong banget, seolah-olah dia yang dapet wilayah itu, padahal dia nggak ngapa-ngapain selain bikin teh yang rasanya aneh. Rimuru cuma bisa tepok jidat dalam hati. Setelah itu, pembahasan beralih ke urusan politik yang lebih gelap. Rimuru nanya ke Diablo tentang surat tantangan yang dikirim ke Gereja Suci Barat, tepatnya ke Hinata Sakaguchi. Diablo dengan tawa khasnya yang bikin merinding, 'Kufufufufu', mengonfirmasi kalau pesan itu sudah sampai, tapi anehnya, belum ada balasan sama sekali. Rimuru mulai ngerasa ada yang nggak beres, dia nggak mau perang, tapi dia juga nggak bakal tinggal diam kalau Hinata macem-macem lagi. Tapi guys, geser sedikit dari Tempest, kita dibawa ke sebuah tempat yang bener-bener beda atmosfernya. Selamat datang di Tanah Malam Abadi, sebuah tempat yang gelap, dingin, dan penuh aura mistis milik sang Ratu Kegelapan, Ruminas Valentine. Ruminas, gadis berambut perak yang cantiknya luar biasa tapi mematikan, lagi berjalan masuk ke ruang bawah tanah yang sangat rahasia. Di situ ada sebuah peti mati suci yang dijaga barrier tingkat dewa. Tapi pas dia sampai di depan pintu, jantungnya serasa berhenti. Barrier-nya jebol! Pas dia masuk, ruangan itu kosong melompong. Peti mati berisi 'kekasih' atau sosok paling berharga dalam hidupnya hilang dicuri! Ruminas bener-bener murka. Indra penciuman vampirnya mencium bau manusia yang sangat samar. Bayangin, seorang Raja Iblis sekuat Ruminas dikibulin di rumahnya sendiri pas dia lagi pergi ke Walpurgis. Dia langsung teriak histeris, energi sihirnya meledak sampai seluruh ruangan itu hancur berkeping-keping. Dalam amarahnya yang meluap-luap, otak cerdasnya mulai bekerja. Dia curiga kalau ini adalah rencana kotor dari 'Curse Lord' Kazaream yang dikabarkan bangkit lagi, dan kemungkinan besar Clayman cuma pion yang dipakai buat mancing dia keluar rumah. Karena rasa sakit hati dan dendam yang mendalam ini, tiba-tiba terdengar suara mekanis dari langit. Suara Dunia mengumumkan kalau Skill Unik 'Lust' milik Ruminas berevolusi menjadi Ultimate Skill: Raja Nafsu, Asmodeus! Tapi Ruminas nggak peduli soal kekuatan itu, dia cuma mau nemuin pencurinya dan mencabik-cabik mereka sampai nggak bersisa. Episode ini bener-bener jadi pembuka konflik besar yang bakal melibatkan emosi para penguasa tertinggi di dunia Tensura!