Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas momen yang bener-bener gila dan bikin merinding dari kelanjutan duel maut antara Rimuru Tempest melawan Hinata Sakaguchi yang akhirnya mencapai titik balik paling tak terduga dalam sejarah Tensura! Bayangin aja, di tengah dentingan pedang yang mematikan, tiba-tiba dunia seolah berhenti. Raja Kebijaksanaan Raphael beraksi dengan cara yang sangat luar biasa, dia menarik kesadaran Hinata ke dalam sebuah ruang pikiran yang dipercepat satu juta kali lipat! Di dalam ruang putih yang hampa tapi penuh kehangatan ini, sebuah reuni yang bakal bikin kalian mewek terjadi. Sosok Shizue Izawa, guru yang sangat dicintai Hinata, muncul kembali. Meskipun itu hanya fragmen jiwa yang tersimpan di dalam perut Rimuru, kehadirannya terasa begitu nyata. Shizu-san tersenyum lembut, memeluk Hinata yang selama ini memendam beban berat sendirian. Hinata yang kita kenal kejam dan dingin, tiba-tiba luluh dan menangis seperti anak kecil di pelukan Shizu. Di momen inilah, Shizu-san mencabut sebuah 'Kristal Kutukan' yang bersarang di kepala Hinata, sebuah alat pengendali pikiran jahat yang selama ini memanipulasi emosi dan tindakan sang Ksatria Suci. Rimuru yang melihat ini pun langsung bertanya-tanya pada Raphael, apakah dirinya juga dimanipulasi oleh Yuuki Kagurazaka? Dan jawaban Raphael bener-bener bikin merinding, ternyata Rimuru sempat terkena 'Bimbingan Pikiran', namun berkat evolusi kemampuannya, pengaruh itu sudah hilang total. Percakapan pun berlanjut ke topik yang lebih gelap, yaitu sosok Kagurazaka Yuuki. Mereka mulai menyadari kalau Yuuki bukan sekadar anak pindahan biasa yang baik hati, tapi kemungkinan besar adalah dalang di balik semua kekacauan ini. Ada teori kuat kalau Yuuki bekerja sama atau bahkan dirasuki oleh tubuh spiritual Raja Sihir Kazaream, mantan Raja Iblis yang dulu dikalahkan Leon Cromwell. Shizu-san memberikan peringatan terakhir yang sangat emosional kepada Hinata agar tidak mendekati Yuuki lagi karena aura kegelapan yang menyelimutinya sangat berbahaya. Setelah Shizu menghilang dengan tenang, waktu kembali berjalan normal di dunia nyata. Rimuru mengira pertarungan akan berlanjut, tapi suasana di medan perang sudah berubah total jadi komedi sekaligus tragedi bagi para Ksatria Suci. Rimuru kaget melihat Diablo yang sedang 'bermain-main' dengan lawannya seolah mereka hanya mainan, sementara Souei malah terjebak dalam situasi canggung di mana Ksatria Suci wanita yang dia siksa justru malah jatuh cinta dan menempel padanya dengan genit! Belum lagi pasukan Shadow Souei, Gabil, dan Gobuta yang sudah kelelahan total karena ditempa habis-habisan oleh Hakurou. Tapi yang paling epik sekaligus mengenaskan adalah hasil perbuatan Ranga. Serigala kesayangan Rimuru ini dengan bangganya melaporkan kalau dia sudah 'menguji' kekuatannya pada delapan Ksatria Suci, dan hasilnya? Mereka semua terkapar tak berdaya hanya dengan memakai celana dalam yang compang-camping karena baju zirah mereka hancur total. Benar-benar sebuah kemenangan mutlak bagi pihak Tempest yang penuh dengan intrik dan tawa!
Ranga, serigala badai kesayangan kita, berdiri
dengan gagah tapi dengan tampang yang... yah, jujur aja, agak polos sekaligus
mengerikan. Dia bertanya ke Rimuru dengan ekor yang bergoyang-goyang riang,
'Ay! Bisakah aku bermain lebih banyak?' Rimuru yang ngelihat para ksatria di
bawah kaki Ranga sudah megap-megap kayak ikan di darat cuma bisa geleng-geleng
kepala. Bayangin guys, para ksatria suci yang biasanya sombong itu sekarang
cuma bisa menatap Rimuru dengan mata penuh rasa syukur, seolah-olah Rimuru
adalah juru selamat mereka dari terkaman 'permainan' Ranga yang mematikan.
Tapi, masalah sebenernya bukan di Ranga, melainkan di Shion! Begitu Rimuru
menoleh ke arah Shion, dia hampir aja jantungan. Shion berdiri dengan wajah
bangga, tapi di depannya... astaga, ini bener-bener horor. Para ksatria yang
jadi lawan Shion sudah kehilangan anggota tubuh mereka! Mereka menggeliat di
tanah tanpa tangan dan kaki, tapi anehnya mereka nggak mati. Shion dengan
pedenya bilang kalau itu adalah hukuman kecil karena mereka berani menentang
Rimuru. Rimuru langsung panik, 'Oi Shion! Kan aku bilang jangan dibunuh!' Tapi
Shion dengan polosnya menjawab kalau mereka semua masih hidup dengan penuh
semangat. Ya emang hidup, tapi kalau nggak punya tangan dan kaki, gimana
ceritanya? Di sinilah kita lihat betapa mengerikannya skill baru Shion, Cook
atau Master Chef, yang bisa memanipulasi realitas. Untuk membereskan kekacauan
itu, Shion akhirnya menyiramkan Full Potion ke para ksatria tersebut, dan
ajaibnya, anggota tubuh mereka tumbuh kembali seketika. Para ksatria suci itu
langsung sujud syukur, bener-bener nggak nyangka kalau mereka bakal pulih lagi setelah
melewati 'neraka' buatan Shion. Setelah drama Shion selesai, sekarang kita
masuk ke menu utama: Duel maut antara Rimuru melawan Hinata Sakaguchi. Suasana
mendadak jadi dingin dan serius. Hinata, yang sudah menyadari kalau dia
dimanipulasi, merasa nggak punya pilihan lain selain menyelesaikan duel ini
sebagai bentuk tanggung jawab. Rimuru pun setuju. Mereka berdua menutup jarak
dalam sekejap, pedang mereka beradu dengan dentingan logam yang memekakkan
telinga. Rimuru awalnya merasa di atas angin karena punya 'Future Attack
Prediction' dari Raphael. Tapi tiba-tiba, Raphael kasih peringatan yang bikin
kaget: Hinata mengalami pertumbuhan di tengah pertarungan! Dia ternyata
memiliki 'Hero Egg' atau Telur Pahlawan. Hal ini bikin Hinata melampaui logika
sistem dunia, sehingga prediksi serangan milik Rimuru jadi nggak akurat lagi.
Rimuru mulai kewalahan, dia harus mati-matian menepis serangan pedang Hinata
yang makin cepat dan tajam. Di tengah kepanikan itu, terjadilah interaksi kocak
sekaligus luar biasa antara Rimuru dan Raphael. Rimuru baru sadar kalau
Beelzebub yang tadinya dia pikir musnah gara-gara serangan Melt Slash Hinata
sebelumnya, ternyata bisa dihidupkan kembali dengan gampang oleh Raphael! Lebih
gilanya lagi, Raphael selama ini sengaja membiarkan Rimuru terkena serangan itu
cuma buat menganalisis data 'Zat Roh' dan 'Zat Bayangan' agar bisa meniru
teknik Melt Slash tersebut. Raphael bener-bener partner yang licik tapi jenius,
ya! Akhirnya, dengan analisis yang sudah sempurna, Rimuru mengaktifkan Pertahanan
Mutlak dari Covenant King Uriel. Dengan tangan kiri telanjang, Rimuru menangkap
pedang Hinata yang bergerak secepat cahaya. Hinata benar-benar shock, matanya
melotot nggak percaya. Rimuru kemudian mengumumkan kemenangannya dengan cara
yang paling berkelas: dia menggunakan teknik terkuat Hinata, yaitu Melt Slash,
kembali ke arah pemiliknya! Kilatan cahaya yang menyilaukan meledak, mematahkan
pedang Hinata dan berhenti tepat di depan lehernya. Pertarungan berakhir.
Hinata tertunduk lemas dan mengakui kekalahan totalnya. Dia menutup mata,
menyerahkan takdirnya sepenuhnya ke tangan Rimuru. Dengan begini, ancaman dari
Ksatria Suci resmi berakhir dengan kemenangan telak bagi Tempest. Rimuru sekali
lagi membuktikan kalau dia bukan cuma sekadar slime, tapi penguasa yang punya
kekuatan dan kebijaksanaan di luar nalar!
