Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas sebuah babak yang bener-bener emosional sekaligus jadi tonggak awal dari salah satu ambisi paling 'nyeleneh' tapi jenius dari Rimuru Tempest. Bayangin aja, setelah capek ngurusin birokrasi dan negosiasi sama ras-ras petarung kayak Gozu dan Mezu yang gemetaran gara-gara aura Raja Iblisnya, Rimuru tiba-tiba dihadapkan pada sebuah tamu yang bener-bener spesial: Ras Elf yang legendaris. Tapi, kedatangan mereka bukan buat pesta, melainkan buat minta tolong dalam kondisi yang udah di ujung tanduk. Oke, mari kita masuk ke detailnya. Jadi gini, Rimuru tuh sebenernya ngerasa canggung banget pas duduk di singgasana audiensi. Dia ngerasa orang-orang tuh takut banget sama dia, padahal dia kan merasa penampilannya imut-imut aja. Gozu dan Mezu aja sampai harus diteken pakai 'Haki Raja Iblis' biar bisa tenang dan nggak bikin keributan. Nah, tamu terakhir ini beda banget. Mereka adalah para tetua Elf. Kalian tahu kan, Elf di dunia Tensura itu ras yang luar biasa cantik dan berumur panjang banget, bisa sampai 800 tahun! Mereka berhenti menua di umur 20-an, jadi meskipun gelarnya 'tetua', tampang mereka tetap bening-bening banget kayak ABG. Tapi di balik kecantikan itu, para tetua ini dateng dengan wajah yang penuh duka. Mereka cerita kalau desa mereka yang selama ini tersembunyi di balik penghalang ilusi sihir bener-bener hancur. Masalahnya berawal dari 300 tahun lalu, pas master yang bikin penghalang itu pergi karena nikah sama orang luar. Terus, ada Elf muda yang sok tahu nyoba benerin penghalangnya tapi malah bikin rusak total sekitar 100 tahun lalu. Puncaknya, pas perang antara Gozu dan Mezu lagi panas-panasnya, monster sihir makin liar dan penghalang mereka mati total. Dalam keputusasaan, para Elf ini nyoba pindah mendekat ke pemukiman manusia buat nyari perlindungan. Tapi sialnya, dunia manusia itu kejam banget buat ras setengah manusia kayak mereka. Bukannya dilindungi, mereka malah disergap sama para pemburu budak! Anak-anak muda mereka diculik, dan para tetua ini nggak punya pilihan lain selain lari ke arah Hutan Jura pas denger kabar kalau ada Raja Iblis baru yang baik hati bernama Rimuru. Rimuru yang denger cerita ini awalnya ngerasa simpati banget, tapi ya namanya juga Rimuru, otaknya langsung muter ke rencana 'nakal' nan strategis. Dia langsung kepikiran: 'Wah, kalau gue selametin mereka, ini kesempatan emas buat bikin Toko Elf atau Bar Elf di Tempest!'. Tapi tentu aja, kemarahan Rimuru tetap nyata pas denger soal perbudakan. Dia langsung manggil Souei, bayangan setianya yang paling ngeri kalau urusan eksekusi. Rimuru ngasih perintah tegas: 'Cari para pemburu budak itu, kalau bisa tangkap hidup-hidup buat dikorek informasinya. Gue mau hancurin sindikat ini sampai ke akar-akarnya.' Souei yang emang dasarnya 'dingin' cuma nunduk dan hilang di balik bayangan dengan aura membunuh yang pekat. Setelah urusan sama Elf kelar, Rimuru nggak mau diem aja di 'altar' singgasananya yang bikin dia ngerasa kayak patung pajangan. Dia kabur nemuin Myormiles, menteri ekonominya yang licin tapi loyal. Di sinilah Rimuru dapet info yang lebih gelap lagi. Ternyata, di balik penculikan ini ada organisasi hitam raksasa namanya 'Cerberus'. Organisasi ini punya tiga bos besar yang megang kendali atas Kekayaan, Wanita, dan Kekuatan. Mereka ini yang nanganin kerjaan kotor para bangsawan manusia yang nggak mau tangan mereka berlumuran darah. Rimuru sadar, musuh kali ini bukan cuma monster liar, tapi konspirasi tingkat tinggi dari dunia bawah yang bener-bener terorganisir. Tapi ya kalian tahu lah, kalau Rimuru udah turun tangan, mau Cerberus atau apapun itu, mereka cuma tinggal nunggu waktu buat rata sama tanah!
Cerberus ini bukan sembarang organisasi kriminal biasa, mereka punya aturan main yang rapi dan didukung sama kekuatan besar atau bangsawan korup. Myormile, manajer kepercayaan Rimuru, ngejelasin kalau pengaruh Cerberus ini bener-bener luas, bahkan hampir setara sama Asosiasi Kebebasan dalam hal kekayaan. Mereka itu pragmatis banget, bakal ngelakuin apa aja selama ada untungnya, mulai dari bisnis legal sampai yang ilegal di zona abu-abu. Nah, masalah jadi serius pas Rimuru denger kabar kalau ada budak-budak dari ras Elf yang diculik. Rimuru yang emang udah jadi pelindung para Elf langsung naik pitam, apalagi pas tahu kalau pelakunya itu kemungkinan besar adalah Viscount Cossack, bangsawan licik yang pernah ketemu Myormile dulu. Di momen ini, ada kejadian lucu sekaligus bikin merinding, guys. Rimuru keceplosan bilang kalau penculikan itu bisa jadi alasan perang karena seluruh Hutan Jura sekarang adalah wilayah kekuasaannya. Myormile langsung syok berat sampai mulutnya melongo! Dia baru sadar kalau bosnya ini sekarang bukan cuma pemimpin kota kecil, tapi penguasa total seluruh Hutan Jura yang luasnya minta ampun. Bayangin ekspresi Myormile yang ngerasa 'ketiban duren' sekaligus takut karena tanggung jawabnya sebagai pengelola bakal jadi luar biasa berat. Akhirnya, Rimuru mutusin buat langsung gerak ke Kerajaan Burmund pake gerbang transfer spasial buat nyelesein masalah ini secara diplomatis tapi tetep pake gaya bos. Sesampainya di sana, Raja Burud von Burumdo ternyata udah nunggu dan nyambut Rimuru dengan sangat hormat, bahkan sedikit takut karena status Rimuru sebagai salah satu dari Delapan Bintang Raja Iblis. Di ruang pertemuan itu, Viscount Cossack yang sombong diseret masuk dan langsung pucat pasi pas tahu dia berhadapan sama Raja Iblis. Tapi yang paling narik perhatian adalah sosok pria misterius berbaju hitam dengan sulaman tiga kepala harimau. Dia adalah Damurada, salah satu dari Tiga Besar pemimpin tertinggi Cerberus. Suasana di ruangan itu langsung mencekam banget pas Rimuru ngelepasin sedikit aura Haki Raja Iblisnya buat nekan Damurada. Pertarungan mental terjadi, tapi Damurada yang licik ini milih buat mundur dan setuju buat ngelepasin semua budak monster dan Elf yang mereka tangkap. Dia sadar kalau cari masalah sama Rimuru sekarang itu sama aja bunuh diri. Akhirnya, Viscount Cossack dihukum berat dan rumah tangganya dibubarin, sementara Rimuru dapet rasa hormat (dan ketakutan) dari organisasi paling berbahaya di dunia bawah. Seminggu kemudian, semua tawanan dikirim balik ke Tempest sesuai janji. Bener-bener langkah awal Rimuru yang bikin gemetar seluruh jaringan kriminal dunia!
