Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 119 Bahasa Indonesia

 Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! Gak kerasa ya, setelah kita disuguhi pertarungan adu mekanik di turnamen kemarin, sekarang kita masuk ke babak baru yang gak kalah seru. Episode kali ini bener-bener bakal ngebahas gimana Rimuru mulai menjalankan strategi 'Kapitalis Level Dewa' untuk mengeruk keuntungan, tapi di sisi lain, dia juga butuh 'healing'. Bayangkan, setelah pusing ngurusin negara, Rimuru malah kepikiran buat bikin game MMORPG versi nyata di dalam dungeon-nya sendiri! Gila banget, kan? Plot twist-nya, dia gak main sendirian, tapi ngajak naga purba Veldora, peri pecicilan Ramiris, dan si penghancur Milim Nava. Siapkan camilan kalian, karena ini adalah awal dari kekacauan yang bener-bener di luar nalar!



Cerita dimulai dengan kondisi Gobuta yang... jujur, ngeri banget liatnya. Dia baru aja selesai menjalani 'pelatihan neraka' di bawah bimbingan Milim. Bayangin aja, Gobuta yang biasanya santai, kali ini sampai hancur-hancuran, tapi entah kenapa dia malah jadi kuat banget. Milim kayaknya udah bener-bener ngilangin akal sehat Gobuta dalam latihan itu. Gobuta cuma bisa meracau, 'Aku... sudah... menyelesaikannya...' berulang kali kayak kaset rusak. Milim sendiri bangga banget, karena menurut dia, Gobuta udah mencapai puncak kekuatan fisiknya. Masalahnya cuma satu: gimana cara ngendaliin energi magis yang meluap-luap setelah dia menyatu sama Ranga. Berkat skill ekstra [Wiseman], kecepatan berpikir Gobuta meningkat drastis. Dia bukan lagi Gobuta yang kita kenal sebagai pelawak, sekarang dia adalah petarung yang punya 'battle sense' tajam. Tapi ya tetep aja, muka babak belurnya gak nahan buat diketawain!


Nah, setelah urusan Gobuta beres, Rimuru punya ide cemerlang. Dia ngerasa dunia ini kurang hiburan yang 'greget'. Akhirnya, dengan bantuan teknologi Homunculus dari Kekaisaran Sarion dan bantuan Duke Elalude, Rimuru berhasil menciptakan sebuah item yang revolusioner: 'Wadah Jiwa Semu'. Ini adalah teknologi paling mutakhir yang pernah ada di dunia Tensura. Rimuru memanggil geng elitnya—Veldora, Ramiris, dan Milim—ke lantai terbawah dungeon. Dia pamer item ini kayak lagi rilis iPhone terbaru. Veldora yang emang dasarnya pinter (tapi males) langsung nebak kalau itu wadah jiwa. Ramiris? Si peri ini malah ngira itu makanan. Duh, emang bener-bener deh si kecil ini, otaknya cuma isinya cemilan doang!


Rimuru menjelaskan kalau item ini bisa bikin mereka punya 'avatar' di dalam dungeon. Mereka disuruh membayangkan monster apa yang mereka suka, dan 'BOOM!', energi sihir mereka bakal membentuk tubuh monster tersebut. Ini adalah metode 'Avatar Possession'. Veldora, dengan gaya sok kerennya, memilih menjadi Skeleton (Tengkorak). Kenapa? Karena menurut dia, tengkorak itu estetik dan penuh misteri. Tapi jangan salah, meski gak bisa pake sihir di awal, dia punya skill [Battle Spirit] yang ngeri. Lalu ada Milim. Kalian tahu dia milih apa? Slime! Iya, dia milih jadi Slime warna merah cerah karena dia ngefans banget sama Rimuru. Rimuru sempet mikir, 'Ini anak ngeledek atau gimana?', tapi ya sudahlah, Milim kelihatan seneng banget loncat-loncat dalam wujud Slime merah itu.


Yang paling kocak adalah Ramiris. Karena dia punya kompleksitas rendah diri soal tinggi badannya yang cuma seuprit, dia memilih jadi Living Armor. Bukan sembarang baju besi, tapi baju besi yang gede banget dan tebel! Di dalamnya kosong, cuma ada kesadaran dia. Ramiris ngerasa gagah banget dalam wujud itu, meskipun pas jalan suaranya 'srak-srek-srak' berisik banget. Sementara itu, Rimuru sendiri memilih wujud Ghost atau Hantu. Dia mau fokus jadi Mage yang punya kemampuan [Magic Chemistry] dan kebal serangan fisik. Bayangkan, empat entitas terkuat di dunia lagi main 'roleplay' jadi monster kroco di dungeon mereka sendiri. Ini bener-bener definisi orang kaya yang gabutnya gak masuk akal!


Setelah dapet avatar, mereka mulai melakukan ritual 'Possession'. Rimuru ngerasain sensasi yang aneh banget. Begitu kesadarannya pindah ke tubuh hantu itu, pandangannya jadi terbatas. [Magic Perception]-nya gak setajam biasanya. Dia ngerasa lemah, tapi justru di situ tantangannya. Dia liat Veldora si tengkorak lagi latihan gerakin tulang-tulangnya yang bunyi 'krak-krok', Milim si slime merah yang muter-muter kayak gasing, dan Ramiris yang kesulitan gerakin sendi-sendi bajunya yang kaku. Veldora langsung sadar, 'Oh! Jadi kita harus leveling ya?'. Rimuru mengiyakan dengan penuh semangat. Rencana mereka adalah menaklukkan dungeon mereka sendiri dari lantai satu, menaikkan level avatar mereka, dan yang paling jahat: membantai para petualang yang berani masuk! Rimuru bilang, 'Ayo kita penuhi labirin ini dengan darah petualang!'. Waduh, Rimuru mode villain-nya keluar nih, tapi versi kocak.


Tapi ada masalah, mereka gak punya perlengkapan. Masa Raja Iblis main polosan? Akhirnya mereka semua pergi ke bengkel Kurobee, pandai besi andalan Tempest. Kurobee sampe geleng-geleng kepala liat tingkah bos-bosnya ini. Rimuru minta dibuatkan [Death Scythe] dan [Hell Cloth] buat avatarnya. Veldora minta set lengkap: [Death Sword], [Hell Armor], dan [Gate Shield]. Dia mau jadi Tanker yang gak bisa ditembus. Milim? Karena dia cuma gumpalan slime, dia cuma bisa pake perlengkapan sederhana, tapi dia punya kecepatan yang gak masuk akal. Dia ambil kelas Assassin. Rencana Milim itu licik banget: dia bakal nempel di langit-langit, terus jatuh nimpa kepala petualang. One shot, one kill! Ngeri banget bayangin petualang kena 'drop kick' dari slime merah kecepatan tinggi.


Ramiris juga gak mau kalah. Baju besinya yang tadi kaku, setelah dikasih sentuhan Kurobee, berubah jadi [Living Custom Armor]. Gerakannya jadi halus banget seolah-olah sendinya dikasih pelumas kualitas super. Ramiris yang tadinya dianggap 'beban' di tim, sekarang berubah jadi Berserker. Dia ngambil senjata paling berat dan paling gede yang ada di bengkel: [Death Axe]. Bayangin aja, baju besi raksasa lari-lari sambil bawa kapak maut, terus yang ngendaliin adalah peri kecil yang emosian. Ini adalah kombinasi paling berbahaya sekaligus absurd di seluruh Tempest.


Persiapan selesai! Semua item mereka dikasih peringkat 'Unique', tapi karena disesuaikan buat monster level rendah, efeknya gak terlalu merusak keseimbangan game. Rimuru juga pinter, semua perlengkapan itu dikasih kutukan supaya gak bisa dicolong sama petualang lain. Kalau ada yang berani nyolong, item-nya gak bakal fungsi. Rimuru bener-bener memikirkan segalanya sampai detail terkecil. Sambil main, Rimuru tetep ninggalin kesadaran di tubuh aslinya yang duduk di kantor. Jadi kalau ada urusan negara yang mendadak, dia bisa langsung 'switch' balik. Multi-tasking tingkat dewa!


Mereka pun mulai menjelajah. Veldora dan Ramiris jadi garis depan (Tanker & Berserker), Milim sembunyi di bayangan buat nyerang tiba-tiba (Assassin), dan Rimuru di belakang ngasih support sihir (Mage). Mereka bener-bener menikmati waktu 'healing' ini. Ngalahin monster liar, nyari chest, dan nakut-nakutin petualang yang lewat. Tapi, seperti kata pepatah, kebahagiaan itu gak bertahan lama. Di tengah kegembiraan mereka bermain 'MMO Real Life' ini, sebuah berita besar datang. Berita yang bakal mengubah suasana santai ini jadi tegang dalam sekejap. Rimuru bilang kalau bahkan Raja Iblis pun bukan Tuhan, ada hal-hal yang gak bisa mereka prediksi. Sesuatu terjadi di dunia luar yang memaksa masa-masa bahagia di dungeon ini berakhir dengan tiba-tiba. Apa itu? Nah, ini yang bikin penasaran banget!


Gila sih, bab ini ditutup dengan narasi yang sangat puitis tapi bikin merinding. 'Kebahagiaan selalu berhenti tiba-tiba. Seperti mimpi di tengah musim panas, kita terbangun.' Rimuru dapet informasi yang di luar dugaannya sama sekali. Apakah ini soal serangan dari kerajaan lain? Atau ada pengkhianatan? Teori aku sih, ini ada hubungannya sama pergerakan Kekaisaran Timur atau mungkin masalah di Dewan Barat yang mulai nyium bau-bau 'kapitalisme' Rimuru yang terlalu dominan. Apapun itu, yang jelas Rimuru harus berhenti main-main dan balik jadi pemimpin yang serius. Penutup arc 'Establishment of the Demon Capital' ini bener-bener bikin kita haus akan kelanjutan ceritanya! Jangan lupa like, komen, dan subscribe ya sobat BiliZone, karena bab depan bakal makin pecah!