Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 110 Bahasa Indonesia

 Halo Nakama BiliZone! Balik lagi di channel kesayangan kalian yang selalu siap membedah setiap jengkal kejadian di dunia Isekai Tensura! Gila banget guys, kalian harus tarik napas dalam-dalam karena apa yang terjadi di Chapter 110 turnamen Tempest ini bener-bener di luar nalar! Kita nggak cuma ngomongin soal otot, tapi soal strategi, kekuasaan uang, dan evolusi karakter yang bikin kita melongo. Siapkan camilan kalian, karena narasi kali ini bakal panjang dan sangat intens!


Oke, kita buka dengan pertandingan ke-7. Rimuru sendiri awalnya agak skeptis, dia mikir, 'Bisa nggak ya gue nebak hasilnya?' Apalagi ada campur tangan Veldora yang bikin aura arena jadi makin nggak ketebak. Rimuru menjagokan Hakurou, sang instruktur pedang legendaris, tapi lawannya kali ini bukan sembarang orang. Dia adalah Damrada, pedagang licik yang ternyata menyimpan kekuatan mengerikan. Damrada ini tipe orang yang bakal ngelakuin apa aja demi cuan, pengkhianatan? Penipuan? Itu sarapan buat dia. Tapi di balik itu semua, dia punya misi besar untuk tuannya, Kagurazaka Yuuki! Dia pengen menguasai dunia bawah tanah melalui organisasi Cerberus. Bayangkan, dia masuk ke Tempest bukan cuma mau dagang, tapi buat nyusup dan dapet kepercayaan Rimuru. Strategi yang sangat rapi!


Saat pertandingan dimulai, suasananya langsung berubah dingin. Damrada nggak pakai senjata, tapi gerakannya? Gila, ngeri banget! Dia menutup jarak dengan kecepatan yang bahkan veteran pun bakal kesulitan buat ngehindar. Rimuru sampai harus pakai akselerasi pikiran buat bisa ngikutin gerakannya. Hakurou dengan tenang narik pedangnya, dan tiba-tiba... KIIN! Suara dentingan logam yang sangat nyaring terdengar. Kaki Damrada menangkis pedang Hakurou! Ternyata, di balik baju longgarnya, dia pakai armor rahasia. Pertarungan ini bukan lagi sekadar turnamen, tapi adu teknik tingkat tinggi. Damrada mengeluarkan tendangan yang menghasilkan pisau vakum, tapi Hakurou menepisnya seolah itu cuma lalat. Hakurou kemudian pakai teknik 'Blink Step' dan 'Kasumi-kiri' (Pisau Kabut). Jarak 5 meter diterjang dalam sekejap! Tapi gokilnya, Damrada bisa nahan semuanya tanpa luka sedikitpun. Rimuru sampai mikir, 'Ini orang hartanya sebanyak apa sih sampai punya gear setara Templar?'



Rimuru akhirnya minta bantuan Raphael buat nge-scan si Damrada ini. Dan hasilnya? Plot twist! Damrada punya 17 item kelas Unik! Gila banget, ini mah pamer kekayaan di tengah ring! Raphael menjelaskan kalau Damrada punya 'touki' atau aura petarung yang sangat tinggi. Pertarungan berlanjut ke level yang lebih gila lagi. Hakurou pakai 'Dimensional Decapitation' (Pemenggalan Dimensi), teknik yang harusnya memotong ruang dan waktu, tapi Damrada bisa menahannya dengan mendistorsi ruang di sekitarnya. Ini bener-bener duel antara Sword Saint melawan Fist Saint! Bahkan Rimuru mengakui kalau Damrada jauh lebih kuat dari Arnaud, kapten Templar. Bayangkan, manusia biasa bisa bertahan 30 menit lawan Hakurou yang lagi serius! Namun, stamina manusia ada batasnya. Di detik terakhir, Damrada lengah, dan ujung pedang Hakurou sudah nempel di lehernya. Hakurou menang, tapi Damrada sudah membuktikan kalau dia adalah monster dalam wujud manusia. Veldora aja sampai berdiri dan kagum sama teknik bela diri manusia ini.


Lanjut ke pertandingan ke-8 yang jadi penutup hari itu: Shion melawan Gerudo. Ini adalah duel antara 'Pedang Terkuat' melawan 'Perisai Terkuat' Tempest. Gerudo, sang Orc King yang rendah hati, datang dengan armor 'Hebiyama', palu 'Castle Crusher', dan perisai raksasa 'Castle Shield'. Dia adalah benteng berjalan dengan skill unik 'Guardian'. Tapi, yang bikin semua orang kaget bukan Gerudo, melainkan Shion! Biasanya kan Shion itu emosian, barbar, dan main hantam. Tapi kali ini? Dia tenang banget. Ekspresinya kalem, auranya mirip banget sama Hakurou. Benimaru dan Souei sampai melongo liat perubahan ini. Shion nggak lagi cuma ngandelin tenaga badak, tapi dia pakai teknik pedang yang sangat elegan.


Begitu Souka kasih aba-aba mulai, Shion langsung mengayunkan Oodachi-nya dengan kecepatan yang nggak masuk akal. Gerakannya halus banget, nggak ada gerakan sia-sia. Gerudo mencoba bertahan, tapi Shion melakukan sesuatu yang bikin Rimuru merinding. Shion menggunakan efek dari skill 'Cook' ke dalam tebasannya! Secara logis, perisai Gerudo harusnya bisa nahan pedang itu, tapi skill 'Cook' Shion mengubah realita! Dia mengubah konsep 'Perisai menahan pedang' menjadi 'Perisai ini lembek seperti mentega'. Akibatnya? Castle Shield yang sangat keras itu hancur berkeping-keping! Meskipun Gerudo sudah berjuang mati-matian, dia nggak bisa menyentuh Shion sedikitpun. Shion benar-benar mendominasi total. Pertumbuhan Shion ini bener-bener di luar ekspektasi Rimuru. Dia bukan lagi sekadar sekretaris yang hobi bikin masakan beracun, tapi sudah jadi petarung kelas atas yang punya ketenangan mental luar biasa.


Akhirnya, hari kedua turnamen resmi berakhir. Tersisa 8 petarung terkuat yang bakal maju ke babak selanjutnya. Rimuru sendiri sampai bingung mau jagoin siapa karena semuanya punya kekuatan yang seimbang dan mengerikan. Ada Hakurou dengan teknik dewa, Shion dengan manipulasi realitanya, dan jangan lupa masih ada kuda hitam seperti Gobuta yang keberuntungannya nggak masuk akal. Turnamen ini makin panas dan taruhannya makin tinggi! Gimana menurut kalian? Apakah Damrada bakal beneran jadi sekutu Rimuru atau malah nusuk dari belakang nanti? Dan apakah ada yang bisa menghentikan Shion yang sekarang sudah 'mode tenang'? Tulis teori kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa like dan subscribe biar nggak ketinggalan update paling pecah dari dunia Tensura hanya di BiliZone! Sampai jumpa di Chapter selanjutnya, Nakama!