Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 120 Bahasa Indonesia

 Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! Gak kerasa ya, setelah kita disuguhi pertarungan adu mekanik yang bikin jantung mau copot antara Rimuru dan Hinata, sekarang kita masuk ke babak yang jauh lebih dalam, penuh intrik politik, dan perubahan karakter yang gokil banget! Episode kali ini bener-bener bakal ngebahas 're-branding' seorang Hinata Sakaguchi yang dulu kita kenal dingin, sekarang jadi punya sisi lembut yang bikin meleleh. Tapi jangan senang dulu, karena di balik itu, ada konspirasi gelap dari Tujuh Orang Bijak Surgawi dan ancaman tersembunyi dari sosok Yuuki Kagurazaka yang makin mencurigakan. Penasaran gimana nasib Hinata setelah dihajar habis-habisan oleh Rimuru? Yuk, kita bedah tuntas Chapter 120 ini! 


Cerita dimulai dengan atmosfer yang sangat berat di Kekaisaran Suci Ruberion. Hinata Sakaguchi, sang Kapten Templar yang legendaris dan nggak terkalahkan, akhirnya kembali. Tapi dia pulang bukan membawa kemenangan, melainkan kekalahan telak yang bikin gempar seluruh eselon atas Gereja. Bayangkan, seorang 'Saint' kalah dari monster slime! Ini bener-bener pukulan telak buat harga diri Gereja Saint Barat. Tanpa banyak drama, tanpa permintaan maaf yang bertele-tele, Hinata langsung mengambil keputusan ekstrem: dia mengundurkan diri sebagai kepala penjaga kekaisaran dan memutus semua hubungannya dengan Ruberion. Gila banget kan? Dia langsung lepas jabatan seolah itu cuma baju kotor! 


Nah, di sini kita mulai melihat betapa liciknya struktur politik di sana. Para 'Tujuh Orang Bijak Surgawi'—yang katanya perwakilan Kekaisaran—malah milih buat diam dan cuma mengamati. Kenapa? Karena mereka nggak punya celah hukum buat menghukum Hinata yang sudah resmi 'resign'. Tapi, Gereja Saint Barat nggak bisa terima gitu aja. Secara dogma, monster itu jahat. Hinata pergi sendirian, kalah, tapi malah pulang hidup-hidup dan malah bilang kalau monster di Tempest itu baik-baik saja. Ini bener-bener menghancurkan narasi Gereja! Bagi para petinggi Gereja yang haus kekuasaan, hasil terbaik sebenarnya adalah Hinata dan pasukannya mati semua di tangan Rimuru. Kenapa? Biar mereka bisa goreng isu kalau Rimuru itu monster haus darah dan memicu perang suci besar-besaran. Jahat banget, kan? 



Untungnya, Nicholas Spertus, Kardinal yang sangat setia (dan mungkin sedikit bucin) pada Hinata, merasa lega melihat Hinata selamat. Tapi Hinata bukan Hinata kalau nggak punya rencana logis yang dingin. Dia bilang ke Nicholas, 'Katakan saja aku bertindak sendiri. Aku menipu para ksatria tanpa persetujuan Gereja.' Dia rela dijadikan tumbal dan dianggap pemberontak demi menyelamatkan nama baik organisasi. Pragmatisme Hinata ini ngeri banget, dia nggak ragu memotong dirinya sendiri demi 'keseluruhan'. Tapi Nicholas sadar ada yang beda. Mata Hinata nggak lagi kosong dan penuh pengabdian buta. Sekarang, ada senyuman kebaikan yang hampir ilahi di wajahnya. Dia mulai sadar kalau mengorbankan sedikit orang demi menyelamatkan banyak orang itu nggak selalu benar. Dia ingin mencoba menyelamatkan semuanya. 


Hinata cerita kalau dia dapet pencerahan dari gurunya yang tercinta (Shizue) dan juga setelah dia melihat sosok Rimuru. Dia menyadari kalau Rimuru bukan monster biasa, melainkan jiwa lain yang hidup dengan caranya sendiri. Nicholas pun terharu. Dia berjanji bakal mendukung Hinata meskipun Hinata sekarang cuma petualang biasa alias 'Hero' bagi rakyat kecil, bukan lagi kapten militer. Tapi, drama nggak berhenti di situ. Saat Hinata mengumumkan pengunduran dirinya di depan para Templar dan Blood Shadows, kekacauan terjadi. Pasukan 'Blood Shadows' yang fanatik banget sama dogma menganggap Hinata sudah dicuci otak oleh Rimuru. Mereka teriak-teriak kalau Hinata sudah lemah karena rayuan iblis. 


Hinata dengan santainya malah nantang mereka. 'Kalau kalian merasa aku salah, coba bersihkan Dungeon yang dibuat Rimuru. Kalau kalian bisa sampai ke dasar, kalian bisa ketemu Rimuru langsung.' Hinata tahu betul kalau Dungeon Tempest itu neraka dunia yang cuma dibuat Rimuru buat seru-seruan, tapi efeknya bisa mematahkan mental siapa pun yang masuk ke sana tanpa persiapan. Dan benar saja, Blood Shadows yang sombong itu langsung berangkat, tanpa tahu kalau mereka cuma bakal jadi bahan latihan di labirin Rimuru. Hinata sengaja melakukan ini supaya mental mereka yang kaku bisa hancur dan dibangun kembali, atau kalau nggak, ya mereka bakal gila sekalian. 


Di sela-sela itu, Hinata mulai menyadari sesuatu yang mengerikan tentang Tujuh Orang Bijak Surgawi. Dia merasa ada hawa sihir yang nggak beres, sesuatu yang nggak manusiawi. Berkat evolusi 'Telur Pahlawan'-nya yang meningkat level setelah bertarung melawan Rimuru, insting Hinata jadi makin tajam. Dia sadar kalau Ruberion mungkin selama ini cuma 'topeng'. Di balik kota suci itu, ada manipulasi besar-besaran dari monster tingkat Raja Iblis. Hinata merasa ngeri sendiri, dia selama ini berada di sarang musuh tanpa menyadarinya. Dia merasa selama ini dia terlalu fokus pada gambaran besar sampai buta pada detail di depan matanya sendiri. 


Akhirnya, Hinata benar-benar pergi meninggalkan Gereja. Tapi dia nggak sendiri. Nicholas dan para ksatria lain tetap menghormatinya sebagai rumah mereka. Yang paling kocak adalah Fritz, salah satu ksatria elit yang memilih ikut Hinata jadi pengawalnya. Fritz ini awalnya melihat Hinata cuma sebagai kapten yang tangguh tapi kurang sisi feminim. Tapi pas Hinata tersenyum kecil dan menatapnya dengan lembut sambil bilang, 'Kamu bakal jagain aku kan, Fritz?', si Fritz langsung kena 'Critical Hit' di jantungnya! Dia langsung bertekad bukan cuma jadi pengawal, tapi jadi pelindung wanita yang dia sukai. Nicholas kalau tahu bisa ngamuk nih, musim perburuan hati Hinata resmi dibuka! 


Tujuan Hinata sekarang jelas: Kerajaan Ingrasia. Dia khawatir sama lima anak didik Shizue yang disebut Rimuru. Dia juga curiga sama Yuuki Kagurazaka. Dia ingat Yuuki adalah anak dengan senyum lebar yang ramah, tapi sekarang dia curiga kalau Yuuki terlibat dengan Chaos Lord Kazalim atau bahkan melakukan manipulasi pikiran. Hinata nggak mau gegabah, dia memilih jalan kaki ke Ingrasia supaya nggak terdeteksi radar sihir atau mata-mata. Dia ingin memastikan sendiri, apakah senyum Yuuki itu asli atau palsu, dan dia bersumpah bakal menyelamatkan anak-anak itu meskipun harus menghadapi bahaya baru yang sudah menanti di depan mata. 


Gila, plot twist-nya di luar nalar! Kita baru tahu kalau musuh dalam selimut Hinata ternyata jauh lebih banyak daripada musuh di luar. Perjalanan Hinata dari seorang kapten yang kaku menjadi pengembara yang mencari kebenaran ini bener-bener pengembangan karakter yang solid banget. Kira-kira apa yang bakal ditemukan Hinata di Ingrasia? Apakah Yuuki benar-benar dalang di balik semua kekacauan ini? Dan gimana nasib Blood Shadows yang sok keras itu di dalam Dungeon Rimuru? Kita tunggu aja di episode selanjutnya! Jangan lupa like, komen, dan subscribe biar nggak ketinggalan update alur cerita Tensura paling lengkap cuma di BiliZone!