Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 92 Bahasa Indonesia

 Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas kelanjutan perang antara pasukan Rimuru melawan para Ksatria Suci yang bener-bener makin gila dan nggak terduga! Bayangin aja, fokus kita kali ini beralih ke salah satu monster paling setia dan sekarang jadi yang paling mengerikan di Tempest, yaitu Ranga. Di chapter ini, kita diperlihatkan gimana Ranga bergerak melalui medan perang dengan perasaan yang bener-bener enteng, bahkan dia ngerasa tubuhnya seringan bulu sampai-sampai sensasi berpijak di bumi itu mulai memudar. Tanpa disadari, Ranga udah lari di atas langit, guys! Dia mendapatkan skill yang biasanya cuma dimiliki oleh monster peringkat tertinggi, tapi buat Ranga yang sekarang, hal kayak gitu cuma masalah sepele. Tubuhnya itu sekarang bener-bener meluap dengan energi yang berdenyut hebat. Bulu hitam legamnya sekarang dialiri oleh Golden Lightning atau kilat emas yang terus memercik, memberikan kesan kalau dia adalah perwujudan dari badai itu sendiri. Nggak cuma itu, di dahinya sekarang tumbuh tanduk emas raksasa yang diapit dua tanduk hitam legam. Tanduk emas itu memancarkan sinar energi murni yang terus mengkristal, bikin Ranga terlihat punya martabat seorang Raja Binatang yang agung dan menuntut rasa hormat dari siapa pun yang melihatnya. Meskipun penampilannya terlihat tenang, kecepatan Ranga saat melesat di langit itu udah jauh melampaui kecepatan suara! Tapi anehnya, di sekitar tubuh Ranga, udara tetap tenang berkat penghalang berbasis ruang yang dia aktifkan secara sadar. Gila banget kan? Dari ketinggian, mata tajam Ranga menangkap sekelompok Ksatria Suci di bawahnya. Lewat tautan pemikiran, dia memastikan nggak ada orang lain yang menuju ke sana, dan langsung saja Ranga melakukan terjun bebas yang sangat tajam, membunuh momentum besarnya dalam sekejap tepat di depan musuh.


Di sisi lain, ada Komandan Fritz yang lagi memimpin pasukan Ksatria Suci dengan penuh percaya diri. Fritz ini bener-bener ngerasa di atas angin karena dia ngerasa semua rencana Lady Hinata itu sempurna. Baginya, monster-monster Tempest itu cuma sekelompok makhluk yang nggak perlu terlalu dikhawatirkan. Dia udah nyiapin berbagai lapisan penghalang, mulai dari Anti-Sihir sampai Spirit Barrier yang fungsinya komplit banget, dari ngatur suhu sampai detoks racun. Fritz ngerasa pertahanannya itu mustahil ditembus. Tapi tiba-tiba, bencana jatuh dari langit! Tanpa peringatan, sebuah gumpalan hitam besar menghantam salah satu Ksatria Suci sampai terpental jauh. Fritz shock berat. Padahal dia udah pasang penghalang sejauh dua kilometer dari posisi mereka untuk mendeteksi musuh, tapi monster ini dateng lebih cepat dari sistem peringatan mereka! Bayangin, penghalang kelas tinggi yang harusnya melindungi mereka itu hancur berkeping-keping cuma karena dilewati secara kasar oleh Ranga. Fritz yang tadinya sombong langsung melotot pas ngelihat sosok serigala raksasa di depannya. Ranga berdiri dengan tenang, bulunya berkilau kilat emas, memancarkan aura tekanan yang bikin Fritz nggak bisa nemuin celah buat menyerang. Fritz langsung sadar kalau monster di depannya ini adalah kelas bencana atau Calamity Class! Dalam kepanikannya, Fritz teriak ke anak buahnya buat masuk ke formasi tempur dan nyerang pakai kekuatan penuh. Tapi di tengah ketegangan itu, Ranga malah ngelakuin hal yang nggak masuk akal. Dia pakai kaki depannya buat nendang Ksatria Suci yang tadi dia bikin pingsan kembali ke arah temen-temennya. Ranga bilang dengan suara bariton yang berat dan nakutin, 'Apa yang kalian lakukan? Cepet sembuhin dia, kalau nggak dia bisa mati.'


Fritz bener-bener bingung sama kelakuan Ranga yang malah peduli sama nyawa musuhnya. Tapi dia nggak mau buang kesempatan, dia langsung nyuruh pasukannya buat nyelametin Wakil Komandan Rama yang terluka itu. Sambil ngerasa diremehkan, Fritz bareng ksatria lainnya langsung ngeluarin serangan pamungkas mereka. Fritz menebas dengan Dispersal Sword yang dilapisi kekuatan roh empat elemen, sementara ksatria lain ngeluarin Penjara Bumi, Api Neraka, Badai Salju Es, sampai Bilah Angin secara bersamaan! Ledakan sihir dan elemen itu bener-bener gila, menghantam titik di mana Ranga berdiri. Ksatria suci lain, Gerard, cuma bisa nahan napas ngelihat serangan gabungan yang harusnya bisa ngeratain gunung itu. Tapi apa yang terjadi? Begitu debu serangan hilang, mereka semua bengong nggak percaya. Ranga berdiri di sana tanpa luka sedikit pun, bahkan dia malah mengibaskan ekornya dengan ekspresi gembira seolah-olah serangan-serangan mematikan tadi cuma angin sepoi-sepoi yang bikin dia nyaman. Benar-benar perbedaan level yang nggak masuk akal, guys!


 


Fritz nggak main-main, guys. Dia bareng rekan-rekannya melancarkan serangan kombinasi yang seharusnya bisa menghancurkan monster peringkat A dalam sekejap. Dia gunain sihir Atribut Bumi buat ningkatin gaya gravitasi secara ekstrem di titik Ranga berdiri. Tujuannya jelas, biar Ranga nggak bisa gerak. Tapi masalahnya, Ranga emang nggak niat gerak sama sekali! Dia cuma diem, nerima semua serangan itu seolah itu cuma embusan angin sepoi-sepoi. Belum cukup sampai di situ, mereka juga ngelepasin sihir Api Neraka buat ngebakar seluruh tubuh Ranga biar nggak bisa regenerasi. Terus ada Badai Salju buat ngunci pergerakan, dan Bilah Angin yang siap nebas kalau Ranga berani kabur. Tapi apa yang terjadi? Nggak ada satu pun folikel bulu Ranga yang rusak. Bener-bener nihil, guys! Fritz sampai gemeteran dan teriak nggak percaya. Dia pernah ngelawan banyak Elit ras Fang Wolf, tapi makhluk di depannya ini beda kelas. Kekuatannya udah setara sama Raja Iblis!

 

Di tengah keputusasaan itu, Ranga akhirnya buka suara dengan nada bariton yang dalem banget dan bikin tanah bergetar. Dia ngenalin dirinya dengan penuh kebanggaan: 'Namaku Ranga. Nama yang mulia ini diberikan oleh Rimuru-sama yang Agung.' Dan BOOM! Dia mengungkap identitas aslinya sebagai Ranga the Fenrir, Sang Raja Serigala Iblis Bintang Nova! Ranga bilang kalau dia bakal musnahin siapa pun yang berani nentang Rimuru. Suasananya langsung berubah jadi horor banget buat para Ksatria Suci. Wakil Komandan mereka, Gerard, coba gerak dikit aja, langsung disambut sama ledakan Plasma yang akurat banget di kakinya. Tanah yang kena ledakan itu langsung meleleh jadi kaca, guys! Bayangin seberapa panasnya serangan itu. Ksatria Suci yang tadinya sombong dengan peralatan suci mereka, sekarang cuma bisa pasrah.

 

Tapi uniknya, di tengah maut yang mengintai, Fritz dan timnya malah mulai ngeluarin lelucon pahit. Mereka sadar kalau mereka lagi sial banget karena dapet lawan yang paling 'merepotkan'. Fritz akhirnya mutusin buat ngelakuin serangan bunuh diri terakhir demi kehormatan mereka. 'Kalau kita selamat, aku traktir minum sebulan penuh!' teriaknya. Mereka maju dengan kecepatan yang melampaui batas manusia karena didorong rasa putus asa. Semuanya jadi gelap seketika. Pas Fritz sadar, tubuhnya udah hancur-hancuran, penuh rasa sakit yang luar biasa. Dia ngelihat temen-temennya terkapar kayak sampah yang disapu angin. Tapi yang bikin mental Fritz bener-bener hancur bukan rasa sakitnya, melainkan pas Ranga nyamperin dia sambil bawa 'Full Potion' atau Ramuan Pemulihan Lengkap. Dengan santainya, Ranga bilang, 'Ayo pulih, terus kita main lagi. Aku belum puas.' Gila nggak tuh? Ranga nggak mau mereka mati cepet, dia mau 'bermain' lebih lama. Di titik ini, Fritz bener-bener nyesel kenapa dia nggak pingsan selamanya aja. Keputusasaan tanpa akhir baru saja dimulai buat para Ksatria Suci ini!