Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas kelanjutan epik dari dunia Tensura yang bener-bener bikin merinding dan bikin kita sadar kalau Rimuru itu punya bawahan yang jauh lebih ngeri dari bayangan siapa pun. Oke, bayangin aja suasananya, guys. Di tengah ketegangan yang memuncak di perbatasan Hutan Jura, tiba-tiba muncul sosok yang auranya bener-bener nggak masuk akal. 'Kufufufufufu...' Suara tawa yang dingin dan jahat itu menggema, membelah keheningan. Sosok iblis dengan rambut hitam bergaris merah tua yang berkibar turun dengan anggun di hadapan para Ksatria Suci. Dia adalah Diablo, dan kemunculannya bener-bener kayak malaikat maut yang baru aja turun dari langit. Dia ngelebarin sayap kelelawarnya yang hitam pekat, berdiri tegak seolah-olah seluruh dunia ini cuma panggung sandiwara buat dia. Dengan nada yang sangat sopan tapi bikin bulu kuduk berdiri, dia bilang, 'Senang bertemu dengan kalian semua. Sekarang, mari kita mulai ujiannya tanpa penundaan. Apakah kalian layak menjadi lawanku atau tidak...' Gila banget, kan? Dia sendirian, tapi dia justru nantangin satu pasukan elit!
Para Ksatria Suci yang ngelihat kemunculan Diablo langsung kaget setengah mati. Mereka ini bukan prajurit sembarangan, mereka adalah pasukan elit Gereja Suci yang udah sering banget ngadepin monster level tinggi. Tanpa komando panjang, mereka langsung berpencar, ngambil posisi bertahan yang sangat rapi. Mereka nggak sempat pasang penghalang besar karena situasinya terlalu mendadak. Tapi, ada satu hal yang bikin mereka sedikit pede. Di tengah mereka ada Arnaud Baurman, orang yang dikenal sebagai Ksatria Suci terkuat dan pemimpin party yang kabarnya nggak pernah terkalahkan. Arnaud ini bener-bener tipikal ksatria yang sombong tapi punya skill. Dia masang senyum miring, nyoba buat nenangin anak buahnya. 'Jangan takut! Musuhnya cuma satu. Walaupun itu Arch Demon, dia bukan ancaman buat kita!' teriak Arnaud dengan penuh keyakinan. Di pikiran Arnaud, Arch Demon itu emang kuat, tapi mereka udah pernah ngalahin yang kayak gitu berkali-kali di masa lalu. Bagi mereka, ini cuma bakal jadi satu lagi kemenangan di catatan sejarah mereka.
Arnaud langsung ngasih perintah taktis, 'Semuanya, menyebar! Dua sub-pemimpin bakal dukung aku, yang lain pasang Penghalang Suci sederhana. Mulai!' Gerakan mereka bener-bener lincah, guys. Sebagai prajurit kelas satu, mereka langsung ngebentuk formasi pentagram, ngurung Diablo di tengah-tengah. Tapi yang aneh, Diablo cuma diem aja. Dia nggak nyerang, nggak kabur, malah ngelihatin gerakan para ksatria itu dengan tatapan yang penuh kesenangan, seolah-olah dia lagi nonton anak kecil yang lagi main rumah-rumahan. Arnaud yang ngerasa diremehkan langsung mancing-mancing, 'Oi, ada apa? Kamu nggak mau ganggu persiapan kami?' Dan jawaban Diablo bener-bener bikin panas kuping: 'Kenapa aku harus melakukan itu? Kalian sudah bekerja keras, aku tidak akan mengganggu kalian.' Wah, ini sih level sombongnya udah di luar nalar! Arnaud sebenernya udah emosi banget, tapi dia berusaha nahan diri biar nggak gegabah.
Arnaud mulai ngamati Diablo lebih jeli. Dia sadar kalau iblis di depannya ini bukan Arch Demon kacangan. Pakaiannya terlalu mewah, auranya terlalu tenang, dan gerak-geriknya terlalu elegan. Arnaud mulai curiga kalau iblis ini punya 'Nama'. Dan bener aja, pas Arnaud nanya siapa namanya, Diablo ngejawab dengan sangat sopan, 'Namaku Diablo. Nama ini diberikan oleh Yang Mulia Rimuru, aku lupa memperkenalkan diri... aku masih sangat tidak berpengalaman.' Begitu denger nama itu, Arnaud langsung keringet dingin. Dia tahu hukum dunia monster: kalau sebuah eksistensi sekuat itu punya nama, berarti kekuatannya berkali-kali lipat lebih ngeri. Apalagi yang ngasih nama adalah seorang Raja Iblis baru kayak Rimuru. Tapi Arnaud nggak mau nyerah gitu aja. Dia kan tangan kanannya Hinata Sakaguchi, nomor dua di jajaran Ksatria Suci! Dia langsung ngaktifin Persenjataan Rohnya. Cahaya lima warna—Bumi, Air, Api, Angin, dan Ruang—langsung ngelilingin tubuhnya. Dia ini diberkati oleh lima atribut sekaligus, sesuatu yang sangat langka!
Nggak cuma itu, Arnaud juga ngehunus pedang legendarisnya, 'Demon Slayer'. Pedang ini bukan pedang sembarangan karena dibuat khusus oleh Tujuh Bijak Surgawi buat ngebunuh iblis dan naga dengan cara nyedot kekuatan sihir lawan. Dengan semua persiapan itu, Arnaud ngerasa udah di atas angin. Tapi pas Diablo bilang, 'Mari kita mulai tesnya,' suasana tiba-tiba berubah total. Tanpa ada serangan fisik, tiba-tiba para Ksatria Suci di sekeliling Arnaud mulai tumbang. Mereka teriak histeris, 'Jangan datang! Tolong!' Mereka kayak ngelihat neraka di depan mata mereka sendiri. Ternyata, Diablo cuma ngelepasin sedikit auranya, yang dia sebut sebagai 'Haki Raja Iblis'. Bayangin, cuma gara-gara aura doang, mental pasukan elit itu langsung hancur berkeping-keping! Penghalang pentagram yang mereka buat langsung lenyap karena para penggunanya udah nggak sanggup lagi berdiri.
Arnaud bener-bener syok. Dia gemeteran hebat, nyoba buat tetap sadar di tengah tekanan aura yang begitu berat. Dia baru nyadar kalau klasifikasi dia tentang Diablo itu salah besar. 'Kamu... kamu bukan Arch Demon, kan?' tanya Arnaud dengan suara parau. Diablo cuma senyum tipis dan ngejelasin kalau dia sebenarnya adalah seorang 'Demon Peer' atau Raja Iblis Iblis (Demon Duke), sebuah eksistensi legendaris yang pangkatnya jauh di atas Arch Demon biasa. Diablo bahkan bilang kalau di antara para pelayan Rimuru, dia lagi bersaing buat jadi yang nomor satu. Di sisi lain, salah satu ksatria wanita bernama Sofia bahkan sampai nangis saking takutnya. Dia bener-bener kehilangan harapan karena dia tahu, ngelawan Demon Peer itu sama aja kayak bunuh diri. Babak ini ditutup dengan pemandangan mengerikan di mana para ksatria yang tadinya sombong sekarang cuma bisa bersimpuh ketakutan di depan Diablo yang berdiri dengan penuh keagungan. Bener-bener gila power level-nya!
Bayangin aja guys, Arnaud Baurman, sosok yang dikenal
sebagai Ksatria Suci terkuat dan orang kepercayaan Hinata, sekarang bener-bener
ada di titik nadir dalam hidupnya. Di depan matanya berdiri sosok iblis
berpakaian pelayan yang auranya bener-bener nggak masuk akal, siapa lagi kalau
bukan Diablo. Arnaud bukan orang sembarangan, dia punya pengetahuan luas soal
demonologi, tapi justru pengetahuan itulah yang bikin dia gemetaran hebat. Dia
sadar betul kalau yang ada di depannya ini bukan sekadar iblis tingkat tinggi, tapi
seorang Demon Duke atau bahkan lebih tinggi lagi. Atmosfer di sana bener-bener
mencekam, udara terasa berat, dan bau kematian seolah udah nempel di leher
mereka masing-masing. Bersama ajudan setianya, Bacchus, Arnaud mencoba
mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. Dia tahu kalau mereka nggak segera
melakukan sesuatu, mereka semua bakal habis tanpa sisa. Strategi pun disusun
secepat kilat. Arnaud berteriak lantang buat memancing perhatian Diablo, dia
melepaskan Meriam Suci atau Holy Cannon dari telapak tangan kirinya. Cahaya
putih menyilaukan melesat cepat, membawa energi suci yang harusnya bisa
menghancurkan monster apa pun. Tapi apa yang terjadi? Diablo cuma menangkap
bola cahaya itu dengan satu tangan dan menghancurkannya kayak rempah kerupuk!
Sambil ketawa khas Kufufufufu, Diablo bilang kalau telapak tangannya cuma
terasa sedikit hangat. Gila nggak tuh? Tapi itu cuma pengalih perhatian, karena
di saat yang sama, Bacchus sudah ada di belakang Diablo dengan Kapak Besar
Pembunuh Iblisnya. Bacchus mengayunkan senjata raksasanya dengan kekuatan
penuh, sementara Arnaud menyiapkan teknik pamungkasnya, Ether Break! Ini adalah
teknik jenius di mana Arnaud menggabungkan lima atribut kekuatan roh menjadi
satu tebasan pedang yang melampaui kecepatan suara. Pedang itu berkilauan
warna-warni, membawa berat gravitasi yang dilipatgandakan tepat saat menyentuh
target. Arnaud yakin banget serangannya masuk, dia ngerasain pedangnya menembus
penghalang dan menebas tubuh Diablo. Namun, senyum Arnaud langsung hilang dalam
sekejap. Diablo bukannya tumbang, malah mulai memuji teknik Arnaud seolah-olah
dia lagi nonton pertunjukan sirkus anak kecil. Diablo dengan santainya bilang
kalau serangan Arnaud cuma ngurangin sedikit banget energi sihirnya. Dia bahkan
ngasih hitungan matematika yang bikin mental Arnaud hancur seketika: dia bilang
kalau Arnaud butuh sekitar 4.000 tebasan yang sama buat bener-bener bikin dia
lenyap, itu pun kalau Arnaud bisa melakukannya dalam waktu satu jam sebelum
Diablo memulihkan 40 persen kekuatannya lagi. Bayangin guys, serangan terkuat
kamu cuma dianggap kayak gigitan nyamuk sama musuh! Di tengah keputusasaan itu,
Bacchus yang sadar mereka nggak punya peluang, akhirnya memutuskan buat
mengorbankan diri. Dia teriak ke Arnaud supaya lari dan lapor ke Hinata, karena
cuma Hinata yang punya kekuatan nggak manusiawi buat ngadepin monster kayak
Diablo. Tapi Diablo nggak semudah itu ngelepasin mangsanya. Dengan kemampuan
Pencobaan atau Temptation-nya, Diablo langsung menghipnotis rekan-rekan Arnaud
yang udah tumbang. Tiba-tiba, teman-teman Arnaud berdiri lagi dengan mata
kosong dan mulai menyerang Arnaud sendiri. Ini bener-bener situasi yang
mengerikan, Arnaud dipaksa bertarung melawan temannya sendiri yang bergerak
kayak boneka. Bahkan Sofia, ajudan Arnaud yang lain, hampir aja diubah jadi
Fallen oleh Diablo. Rambut pirangnya sempat berubah merah darah sebelum
akhirnya Diablo berhenti karena takut Rimuru bakal marah kalau dia bertindak
terlalu jauh. Diablo cuma pengen main-main sebentar sampai dia bosan. Sekarang,
Arnaud bener-bener sendirian, terkepung oleh teman-temannya sendiri dan diawasi
oleh iblis paling berbahaya di dunia. Pertarungan yang nggak punya harapan ini
baru aja dimulai, dan Arnaud bener-bener harus berjuang antara hidup dan mati
di bawah bayang-bayang senyuman Diablo yang menyeramkan.
