Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 109 Bahasa Indonesia

 Halo Nakama BiliZone! Balik lagi di channel yang paling gila, paling update, dan paling mendalam kalau bahas soal alur cerita isekai! Gila banget guys, kalian harus siapin mental buat episode kali ini karena kita baru saja memasuki puncak dari Turnamen Tempest yang bener-bener di luar nalar! Di Chapter 109 ini, kita bakal melihat duel yang bukan cuma sekadar adu otot, tapi adu harga diri, adu mental, dan adu eksistensi! Pertarungan antara sang penguasa hutan, Topeng Singa alias Karion, melawan iblis paling licik dan setia milik Rimuru, yaitu Diablo! Sumpah, ini adalah pertarungan yang bakal bikin kalian melongo karena kekuatannya udah menyentuh level dewa!


Oke, kita langsung masuk ke inti ceritanya. Bayangkan suasananya, arena Turnamen Tempest yang super megah itu mendadak hening total. Di tribun VIP, Milim Nava, Sang Raja Iblis penghancur, nggak bisa diam. Dia bener-bener bersemangat, atau lebih tepatnya, dia lagi 'mengancam' bawahannya sendiri. Milim terlihat mendekati Karion yang lagi pakai topeng singa dan membisikkan kata-kata yang bikin bulu kuduk berdiri: 'Kamu paham kan apa yang bakal terjadi kalau kamu kalah?'. Waduh! Karion langsung keringat dingin, guys. Dia tahu banget, kalah dari Diablo bukan cuma soal malu, tapi soal bertahan hidup dari 'pelatihan neraka' Milim yang nggak punya rasa kemanusiaan!



Begitu Souka memberikan aba-aba mulai, BOOM! Atmosfer arena langsung berubah drastis. Dua monster di depan kita ini menunjukkan tekanan yang sangat kuat, tapi anehnya, mereka nggak melepaskan aura sama sekali. Ini adalah teknik tingkat tinggi di mana mereka mengompres energi mereka di dalam tubuh agar tidak terbuang percuma. Karion, yang selama ini dikenal sombong dengan kekuatannya, sekarang benar-benar waspada. Sejak dia kalah telak dari Milim dulu, dia sadar bahwa di atas langit masih ada langit. Dia menatap Diablo dengan tatapan pejuang sejati, bukan lagi sebagai penguasa yang angkuh. Dia bisa merasakan kalau iblis di depannya ini punya kedalaman kekuatan yang nggak masuk akal. Karion membatin, 'Apa-apaan iblis ini? Kenapa ada makhluk selevel Raja Iblis yang jadi bawahan di sini?!'.


Karion sebenarnya sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Bayangkan, setiap hari dia dijadikan samsak tinju atau penghilang stres sama Milim dalam sesi sparring. Kalau dia nggak makin kuat, dia pasti sudah mati sejak lama. Dia sudah terbiasa dengan 'Mode Mudah' dan 'Mode Normal', tapi dia tahu kalau dia kalah hari ini, Milim bakal buka kunci 'Mode Neraka' yang bahkan orang gila pun nggak bakal mau coba. Jadi, demi keselamatan nyawanya, Karion harus memberikan segalanya!


Di sisi lain, Diablo dengan gaya santainya cuma senyum-senyum nakal. 'Kufufufu... Anda terlihat tidak sehat, Tuan Singa. Tapi maaf ya, demi menaikkan peringkatku di mata Rimuru-sama, aku harus sedikit serius kali ini,' ucap Diablo dengan nada meremehkan yang khas banget. Karion langsung mendecih, dia tahu dia nggak bisa main-main. Dia langsung mengaktifkan wujud Beastification-nya! Bulu perak putih menyelimuti tubuhnya, otot-ototnya membesar, dan dia melepaskan raungan yang menggetarkan seluruh stadion.


Karion melakukan gerakan pembuka yang sangat mematikan. Dia menusuk lantai arena dengan senjata legendarisnya, Byakko-Seiryugeki, hingga lantai batu itu retak hancur berkeping-keping. Dalam sekejap mata—jarak 10 meter ditempuh kurang dari satu detik—Karion sudah berada di depan leher Diablo! Ini adalah serangan pasti mati! Ujung tombaknya terbelah dua, menciptakan teknik 'Taring Byakko' dan 'Rahang Seiryuu'. Teknik ini bukan cuma fisik, tapi juga menghancurkan segala jenis penghalang sihir. Karion sudah yakin banget dia menang. Dia tersenyum sombong... tapi tiba-tiba, 'ZUP!', sosok Diablo menghilang bagaikan ditelan bumi!


Karion syok berat! Dia langsung pakai persepsi sihir buat nyari keberadaan Diablo. Dia pikir Diablo cuma pakai 'Transfer Spasial' biasa yang butuh mantra atau gerbang. Tapi ternyata? Diablo melakukan 'Teleportasi Instan' tanpa mantra! Ini gila banget, Nakama! Biaya energinya sepuluh kali lipat lebih boros, tapi Diablo melakukannya berkali-kali seolah-olah energinya itu tak terbatas. Karion mencoba tetap tenang, dia pikir, 'Oke, biarin aja dia buang-buang energi, nanti kalau dia capek, baru aku hajar!'. Karion terus menyerang, memancing Diablo buat terus teleportasi. Tapi apa yang terjadi? Diablo malah berhenti dan bilang, 'Analisis selesai. Aku sudah dapat data kekuatan fisikmu. Sekarang, mari kita verifikasi. Tolong hati-hati ya, karena ini sedikit berbahaya.'


Gila, Nakama! Begitu Diablo bilang gitu, tiba-tiba di sekelilingnya muncul bola-bola api raksasa yang panasnya nggak masuk akal. Karion langsung panik dan mengeluarkan seluruh energi juangnya buat bikin perisai. Serangan itu kuat banget sampai-sampai Karion hampir pingsan nahan tekanannya. Tapi Karion nggak menyerah, dia melihat celah! Saat Diablo baru saja melepaskan sihir, Karion langsung mengeluarkan kartu as-nya: 'BEAST ROAR' atau Raungan Binatang Buas! Ini adalah meriam partikel sihir terkuat yang bisa menghancurkan apa pun di jalurnya. Cahaya keemasan menyambar, membakar udara, dan menuju tepat ke jantung Diablo!


Karion teriak dalam hati, 'Kena kau!'. Tapi tiba-tiba... WAKTU BERHENTI! Benar-benar berhenti total! Suasana jadi monokrom, nggak ada suara, nggak ada gerakan. Di tengah dunia yang membeku itu, suara Diablo terdengar sangat jelas di telinga Karion: 'Kufufufu... Hebat. Jiwamu bersinar terang. Tapi sayang, seranganmu terlambat.' Karion benar-benar bingung, dia merasa pikirannya terpisah dari tubuhnya. Dia bisa melihat dirinya sendiri yang sedang mematung menembakkan Beast Roar.


Diablo kemudian menjelaskan dengan nada sombong bin elegan. Ternyata itu adalah skill uniknya yang bernama 'Paradise Time' atau Waktu Surga! Di dunia ilusi ini, hanya Diablo dan orang yang dia pilih yang bisa sadar. Diablo bilang kalau tadinya dia mau jadiin Karion budaknya, tapi karena mental Karion lumayan kuat, dia cuma mau 'ngajarin' sedikit pelajaran. Diablo memberikan ceramah kalau Karion itu kurang latihan mental. 'Belajarlah dari kesalahan ini dan mengabdikan dirimu untuk perbaikan,' kata Diablo sambil tersenyum licik.


Karion nggak bisa berbuat apa-apa. Di dunia itu, dia bahkan nggak bisa gerakin molekul sihir sedikit pun. Akhirnya, Diablo mengaktifkan kemampuan ngeri lainnya: 'Pembalikan Kebenaran dan Kekeliruan'. Segala kerusakan yang terjadi di dunia ilusi itu dipindahkan ke dunia nyata. Dunia mulai runtuh, kesadaran Karion hancur, dan begitu waktu kembali normal, Beast Roar milik Karion hilang lenyap tertelan dimensi lain! Karion langsung tumbang dengan luka di sekujur tubuh. Padahal Diablo nggak menyentuhnya secara fisik, tapi mental Karion benar-benar dihancurkan!


Wasit menyatakan Diablo sebagai pemenang ronde ke-6! Diablo cuma membungkuk hormat ke arah Rimuru, sementara Karion bangun dengan tertatih-tatih. 'Urus saja urusanmu, aku bakal latihan lebih keras lagi!' gerutu Karion. Tapi pas dia nengok ke tribun VIP, dia melihat Milim lagi ngeretakin buku jari sambil pasang muka setan. Karion langsung pengen nangis, dia tahu hidupnya bakal lebih menderita setelah ini daripada mati di arena!


Di sisi lain, Rimuru yang nonton dari atas sebenarnya juga kaget. Tanpa bantuan Raphael, Rimuru sendiri nggak bakal paham gimana cara kerja skill Diablo yang curang itu. Sementara itu, di tribun VIP, terjadi keributan lucu. Milim yang kesal karena bawahannya kalah malah diejek sama Ramiris. 'Tuh kan, Beretta-ku lebih hebat!' kata Ramiris dengan gaya songongnya. Milim yang udah meledak emosinya langsung mengikat Ramiris pakai tali energi sampai Ramiris kayak ulat nangka di lantai. Rimuru dan Veldora cuma bisa pura-pura nggak kenal biar nggak kena imbas amukan Milim.


Wah, bener-bener gila ya Chapter ini! Kita diperlihatkan betapa mengerikannya kekuatan Diablo kalau dia udah serius. Dia bukan cuma main fisik, tapi mainin hukum dunia dan mental lawan! Pertanyaannya sekarang, siapa yang bisa menghentikan iblis ini di babak selanjutnya? Dan gimana nasib Karion di tangan 'pelatihan neraka' Milim? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa like dan subscribe biar nggak ketinggalan update alur cerita Tensura paling lengkap cuma di BiliZone! Sampai jumpa di Chapter selanjutnya, Nakama!