Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! Gak kerasa ya, setelah kita disuguhi plot twist tentang loop waktu dan kebangkitan Chloe sebagai Pahlawan Sejati, sekarang kita masuk ke babak yang bener-bener emosional sekaligus menegangkan. Chapter 126 ini bukan cuma soal perpisahan, tapi soal deklarasi perang dingin yang bikin merinding! Siapkan camilan kalian, karena kita akan bedah habis-habisan gimana rencana licik Yuuki Kagurazaka mulai bergeser ke arah yang lebih gelap.
Adegan dibuka dengan suasana haru di dalam kamar, tempat di mana jiwa Hinata dan Chloe akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati siklus waktu yang menyiksa. Sebelum Chloe benar-benar pergi, dia melakukan sesuatu yang bikin nyesek. Dia melepas sebuah gelang dari pergelangan tangannya dan memberikannya kepada Hinata. Gelang ini bukan sembarang perhiasan, guys! Ini adalah artefak yang dulu dibuat oleh Rimuru dengan menyalin peralatan roh milik Hinata yang hancur. Bayangkan, gelang ini sudah ikut berkelana melintasi ribuan tahun dalam loop waktu, menyerap kekuatan Chloe hingga berevolusi dari peralatan Legendaris menjadi Divine Gear! Ini adalah 'Pakaian Pribadi Pahlawan'.
Hinata, dengan senyum yang jauh lebih lembut dari biasanya, menolak gelang itu. Dia sadar, kekuatannya sekarang sudah jauh berkurang dan dia nggak akan sanggup menahan beban energi dari senjata tingkat Dewa itu. 'Itu milikmu, Chloe. Karena ini dibuat oleh gurumu, Rimuru, pakailah sebagai pelindung,' kata Hinata. Chloe langsung mendekap gelang itu ke dadanya, matanya berkaca-kaca. Dia baru sadar kalau selama ini, Rimuru—sosok yang sangat dia cintai—secara tidak langsung selalu melindunginya lewat benda itu. Momen ini bener-bener menunjukkan sisi manusiawi dari sang Pahlawan Terkuat yang biasanya terlihat tak tersentuh.
Namun, kebahagiaan itu singkat. Chloe harus pergi secara diam-diam. Dia bahkan nggak berani pamit ke anak-anak lain—Alice, Ryota, Kenya, dan Gale. Kenapa? Karena dia masih terikat kutukan 'Tiga Perintah' dari Yuuki Kagurazaka. Ini gila banget, sobat BiliZone! Bayangkan punya kekuatan setara Dewa tapi masih harus jadi anjing peliharaan si bocah manipulatif itu. Chloe tahu Yuuki pasti sudah sadar kalau dia sudah bangkit, dan kemungkinan besar Yuuki akan memerintahkannya untuk menyerang Ruminas atau Rimuru. Untuk menjaga agar waktu tetap berjalan sesuai rencananya, Chloe menggunakan kemampuan manipulasi waktunya untuk membekukan waktu selama pembicaraan mereka. Hanya tiga menit yang berlalu di dunia nyata! Chloe langsung berangkat menuju markas Yuuki dengan tekad api: 'Kali ini, aku tidak akan membiarkan dunia hancur!'.
Sekarang kita pindah ke sisi antagonis, dan di sini tensinya makin tinggi! Di kantor Grand Master Asosiasi Kebebasan, Yuuki Kagurazaka sedang santai kayak di pantai, padahal rencananya berantakan total. Di belakangnya ada Kagali—alias Raja Iblis Kazalim yang sekarang terjebak di tubuh elf cantik. Mereka lagi ngeteh sambil bahas betapa 'gagal'-nya rencana mereka belakangan ini. Clayman tewas, Rimuru makin kuat, Gereja Suci malah beraliansi dengan monster, dan Hutan Jura malah jadi pusat ekonomi dunia. Yuuki mengeluh dengan gaya santai tapi mematikan, 'Gila ya, ini settingan kesulitannya ketinggalan zaman atau gimana? Kok nggak ada yang bener?!'.
Kagali menjelaskan kalau ada 'kekuatan kalkulasi' yang jauh lebih unggul di pihak Rimuru yang selalu mematahkan skenario mereka. Yuuki sadar, posisi dia di Ingrassia sudah nggak aman lagi. Kalau dia tetap di sana, Rimuru atau Ruminas bakal segera mengendus keberadaannya. Dengan keputusan yang sangat dingin, Yuuki memutuskan untuk 'Ghosting'. Dia meninggalkan jabatan Grand Master yang dia bangun selama 10 tahun begitu saja! Dia memutuskan untuk memindahkan seluruh kekuatannya ke Kekaisaran Timur. Yuuki juga mengakui kalau Chloe sekarang jauh lebih kuat darinya. Dia bahkan harus memberikan perintah khusus kepada Chloe agar 'jangan pernah menyerang Yuuki', sebuah tanda kalau si penjahat ini sebenarnya ketakutan setengah mati sama kartu truf-nya sendiri.
Sementara itu, di sisi lain, anak-anak terbangun dan mendapati Chloe sudah hilang. Alice yang paling heboh, dia marah-marah karena merasa Chloe cuma mau cari perhatian Rimuru-sensei sendirian. Lucu banget sih melihat kecemburuan anak-anak ini di tengah badai politik yang besar. Hinata kemudian memutuskan untuk membawa anak-anak itu ke Tempest. Di sinilah terjadi komedi antara dua pengikut setia Hinata, yaitu Kardinal Nicholas dan Fritz. Nicholas yang biasanya kalem ternyata punya rahasia memalukan: dia dilarang menyentuh Hinata karena semalam dia mencoba 'berbuat lancang' saat Hinata sedang emosional, dan tangannya malah diremas sampai luka oleh Hinata! Fritz yang menyadari hal itu cuma bisa ketawa dalam hati sambil adu mekanik tatapan mata dengan Nicholas.
Chapter ini ditutup dengan keberangkatan rombongan Hinata menuju Tempest menggunakan kereta mewah dari Ruminas. Ini adalah awal dari Aliansi Besar antara Manusia dan Iblis yang akan mengubah tatanan dunia selamanya. Tapi ingat sobat BiliZone, di saat yang sama, Yuuki sudah bergerak ke Timur untuk memicu perang yang jauh lebih besar. Apakah Rimuru siap menghadapi ancaman dari Kekaisaran yang punya teknologi Otherworlder? Kita tunggu di chapter selanjutnya! Pokoknya tensi Tensura sekarang sudah naik ke level maksimal, gila banget!
