Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 121 Bahasa Indonesia

 Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! Gak kerasa ya, setelah kita disuguhi pertarungan adu mekanik yang bikin jantung mau copot antara Rimuru dan Hinata, sekarang kita masuk ke babak yang jauh lebih dalam, penuh intrik politik, dan perubahan besar pada karakter Hinata Sakaguchi. Episode kali ini bener-bener gokil, karena kita bakal liat bagaimana Hinata, sang mantan kapten penjaga gereja yang dingin, berubah menjadi sosok yang rela menyamar demi keadilan. Sudah seminggu berlalu sejak Fritz dan Hinata tiba di Ingracia. Kalau kalian pikir mereka bakal masuk lewat pintu depan dengan megah, kalian salah besar! Hinata melarang penggunaan lingkaran sihir teleportasi yang cepat. Kenapa? Karena dia ingin memahami keadaan Ingracia secara langsung lewat perjalanan darat. Ini menunjukkan betapa hati-hatinya dia. Dia bukan lagi Hinata yang gegabah menyerang tanpa data. 




Hinata dan Fritz memutuskan untuk menyamar jadi petualang biasa. Bayangkan, Hinata yang biasanya pakai baju zirah suci yang mengkilap, sekarang pakai baju lusuh biar nggak mencolok. Fritz juga beli perlengkapan dari pedagang keliling. Tapi tenang, mereka nggak benar-benar 'telanjang' tanpa pertahanan. Di sini ada plot twist yang manis banget: Rimuru diam-diam mengirimkan Gelang Roh yang sudah dimodifikasi kepada mereka. Gelang ini bisa berubah jadi persenjataan lengkap setingkat Uniqe Grade hanya dengan satu perintah! Meskipun Hinata nggak tahu kenapa musuh lamanya—si slime licik itu—melakukan ini, dia bener-bener menghargainya. Ini bukti kalau Rimuru itu emang terlalu baik sebagai Raja Iblis. Dengan identitas palsu, mereka berhasil menyelinap ke kerajaan Ingrasia tanpa terdeteksi oleh radar keamanan Yuuki.


Sesampainya di pinggiran kota, Hinata menginap di penginapan murah. Dia nggak keluar kamar sama sekali selama seminggu! Dia menggunakan familiar roh untuk memata-matai seluruh kota dari bayang-bayang. Sementara itu, Fritz yang lebih enerjik bertugas menjadi intel lapangan di sekitar Akademi. Fritz mencoba mencari celah masuk, tapi ternyata Akademi itu benteng pertahanan yang gila banget. Tamu nggak boleh masuk sembarangan. Perpustakaan emang buka buat umum, tapi Hinata tahu itu jebakan Yuuki yang pasti diawasi ketat. Akhirnya, Fritz dapet ide brilian: mereka menyamar jadi kuli pengantar makanan! Akademi itu punya ribuan siswa, jadi butuh banyak orang buat nyiapin makanan. Bayangin, Hinata Sakaguchi, wanita terkuat di gereja, sekarang harus bantu-bantu di dapur dan angkut-angkut bahan makanan subuh-subuh. 


Seminggu lagi berlalu dalam penyamaran ini. Hinata bener-bener totalitas. Dia bahkan mulai akrab sama nenek-nenek di dapur. Ada monolog batin yang sedih di sini; Hinata merasa kesepian karena nenek-nenek itu ramah pada wajah palsunya (akibat item sihir), bukan pada dirinya yang asli. Tapi Hinata langsung menepis perasaan itu. Fokus utamanya adalah menyelamatkan anak-anak yang ditinggalkan Rimuru. Lewat familiar roh, Hinata merasakan energi roh cahaya yang sangat kuat. Itu adalah tanda keberadaan Kenya Misaki. Hinata merasa bertanggung jawab secara moral karena akademi ini dulunya adalah tempat dia belajar juga. Dia merasa anak-anak ini adalah junior atau 'kouhai'-nya yang harus dilindungi dari manipulasi Yuuki.


Hinata mulai meragukan semua cerita Yuuki di masa lalu. Yuuki bilang Hinata-lah yang memanggil anak-anak itu demi menciptakan pahlawan, tapi Hinata tahu itu bohong besar. Gereja nggak pernah melakukan itu. Artinya, Yuuki Kagurazaka adalah dalang di balik semua penderitaan anak-anak ini. Pikiran ini bikin Hinata cemas luar biasa, tapi dia tetap tenang dan menyusun strategi penyusupan saat subuh. Pukul 6 pagi, saat langit masih remang, Hinata beraksi. Dia menggunakan sihir tembus pandang (Invisibility) dan menekan keberadaannya sampai titik nol. Dia bergerak seperti bayangan, melompat ke lantai tiga akademi dengan kecepatan super. Dia menemukan sebuah kelas yang aneh dengan pintu yang dikunci menggunakan segel sihir, bukan kunci fisik. Ini bukan kelas biasa, ini penjara yang dibungkus fasilitas pendidikan!


Hinata masuk ke ruangan yang memancarkan cahaya roh. Di sana, dia melihat empat anak sedang bersiap. Begitu dia melangkah masuk, sebuah serangan mendadak datang! Kenya Misaki menyerangnya dengan pedang kayu. 'Wow, kau mengelak. Hebat! Pencuri?' teriak Kenya. Hinata kaget, tapi dia tetap tenang. Di sana ada Kenya, Ryota, Gale, dan Alice. Mereka pasang kuda-kuda bertarung untuk melindungi satu sama lain. Hinata mengangkat tangan, menunjukkan dia bukan musuh. Dia menyebutkan nama mereka satu per satu, persis seperti yang diceritakan Rimuru. Begitu Hinata menyebut nama Rimuru, suasana langsung cair. 'Ah, jadi kau kenalan Rimuru-sensei!' kata Kenya dengan senyum lega. Tapi begitu Hinata mengaku bahwa dia adalah Hinata Sakaguchi, anak-anak itu kaget setengah mati. Bagi mereka, nama Hinata adalah nama penjahat yang mencoba membunuh mereka dan guru mereka. 


Di momen ini, Hinata menunjukkan sisi lembutnya. Dia nggak memaksa mereka percaya, dia cuma ingin membawa mereka ke tempat Rimuru demi keamanan. Hinata menyadari bahwa memaksakan kehendak itu salah. Dia memilih jalur yang lebih sulit, yaitu berbicara dari hati ke hati. Akhirnya, berkat 'restu' dari roh-roh yang ada pada anak-anak itu, mereka memutuskan untuk mempercayai Hinata. 'Onee-chan ini dicintai para roh, jadi dia orang baik,' kata mereka. Hinata terharu, tapi ada yang aneh. Chloe O'Bell nggak ada di sana! Ketika Hinata bertanya di mana Chloe, anak-anak itu malah bingung. 'Siapa Chloe? Kami nggak kenal nama itu.' DEG! Jantung Hinata serasa berhenti. Bagaimana mungkin mereka lupa pada teman mereka sendiri? 


Tiba-tiba, sebuah suara dingin memecah suasana. 'Tak perlu khawatir, aku nggak bisa membiarkanmu mengambil mereka.' JRENG! Yuuki Kagurazaka muncul entah dari mana! Fritz yang berada di luar langsung ditarik mundur, dan Yuuki berdiri di sana dengan senyum ramah yang sangat mengerikan. Yuuki mengaku bahwa dia sengaja menggunakan anak-anak ini sebagai umpan untuk memancing 'ikan' yang lebih besar, yaitu Hinata. Hinata merasakan keringat dingin. Kehadiran Yuuki saat ini benar-benar berbeda. Atmosfernya penuh dengan kejahatan murni yang tersembunyi di balik wajah anak laki-laki yang tersenyum. Seluruh bulu kuduk Hinata berdiri. Ini adalah pertarungan hidup dan mati yang sesungguhnya. Hinata memperkuat tekadnya, mengeluarkan pedangnya, dan bersiap menghadapi monster di balik topeng pahlawan itu! Gila banget, plot twist-nya bener-bener di luar nalar, siapa sangka Yuuki seberbahaya ini!