Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas momen yang bener-bener gila dan bakal jadi fondasi paling epik buat masa depan negara Tempest. Bayangin aja, setelah semua persiapan matang, Rimuru, Ramiris, dan sang Naga Badai Veldora akhirnya turun ke lantai paling dasar dari Labirin Bawah Tanah yang baru mereka bangun. Ini bukan sekadar lantai biasa, guys, tapi lantai ke-100 yang bakal jadi 'singgasana' terakhir bagi siapa pun yang berani menantang labirin ini. Suasananya bener-bener sunyi tapi penuh wibawa saat mereka mulai mengatur interior ruangan. Rimuru nggak main-main, dia langsung mengeluarkan semua perabotan mewah dari dalam perutnya—mulai dari kursi, meja, sampai dekorasi yang bikin ruangan itu nggak kelihatan kayak penjara, tapi lebih kayak lounge eksklusif buat bos terakhir. Rimuru sadar banget kalau estetika itu penting, karena kesan pertama petualang saat sampai di sini haruslah rasa takjub sekaligus ngeri. Setelah dekorasi beres, momen yang ditunggu-tunggu tiba. Veldora berdiri di tengah lantai 100 dan mulai melepaskan auranya. Tapi beda dari biasanya, kali ini Veldora sangat berhati-hati. Dia mengontrol tekanan energinya supaya nggak menghancurkan struktur bangunan, tapi cukup kuat untuk mengisi seluruh labirin dengan partikel sihir atau Magicules. Dan kalian tahu apa yang keren? Dinding-dinding labirin ini sengaja dibuat dari bijih mineral biasa, tapi begitu terkena 'mandi' aura Veldora secara terus-menerus, mineral itu perlahan berevolusi menjadi Baja Iblis atau Magisteel! Ini bener-bener strategi jenius Rimuru buat menghemat biaya pembangunan sekaligus menciptakan material langka secara otomatis. Lantai pertama labirin ini luasnya nggak main-main, sekitar 250 meter persegi atau setara empat Kubah Tokyo, dan semakin ke bawah ukurannya memang mengecil tapi konsentrasi sihirnya makin pekat. Ruangan Veldora sendiri luasnya 100 meter persegi, cukup lega buat ukuran manusia, tapi Rimuru sudah menyiapkan fitur ekspansi kalau-kalau Veldora ingin berubah ke wujud naga aslinya. Nah, setelah urusan 'energi' beres, Rimuru mulai memutar otak buat bikin para petualang menderita—maksudnya, buat bikin tantangan yang seru. Dia mulai menyusun daftar jebakan yang bener-bener licik. Mulai dari Panah Beracun yang muncul dari kegelapan, Rawa Beracun yang bisa bikin status abnormal, sampai Tile Lantai yang bisa memanipulasi indra arah petualang—bayangin kalian jalan lurus tapi malah muter-muter nggak jelas! Rimuru juga menambahkan 'Moving Floor' yang horor banget kalau dikombinasikan dengan 'Benang Pemotong'. Salah langkah sedikit, kepala bisa melayang tanpa sadar. Belum lagi Kotak Harta Karun palsu alias Mimic yang siap mencaplok siapa pun yang serakah, dan Ruang Penyegelan yang gelap total. Tapi, ada satu ide gila Rimuru yang sempat terhambat, yaitu 'Lantai Efek Medan'. Rimuru pengen ada lantai yang isinya gunung berapi atau badai salju abadi. Ramiris langsung angkat tangan, dia bilang nggak punya energi sihir sebanyak itu buat mempertahankan ekosistem seekstrem itu secara permanen. Di tengah kebuntuan itu, tiba-tiba terdengar suara cempreng yang sangat akrab di telinga. Sosok gadis kecil berambut perak dengan kuncir dua alias twintail muncul entah dari mana. Yap, itu adalah Demon Lord Milim Nava! Milim muncul dengan gaya sombongnya yang khas, membusungkan dada dan merasa hebat karena berhasil mengendus ada sesuatu yang seru sedang terjadi tanpa mengajaknya. Ternyata, Milim kabur dari wilayahnya karena nggak tahan disuruh belajar dan mengurus dokumen negara oleh Frey. Kedatangan Milim awalnya bikin panik, tapi dia malah kasih solusi brilian. Milim menawarkan diri untuk menjinakkan naga-naga elemen—Naga Api, Naga Es, Naga Angin, dan Naga Bumi—untuk ditempatkan di lantai-lantai bawah. Dengan adanya naga sungguhan di sana, efek medan seperti lantai terik atau beku bakal tercipta secara alami tanpa perlu membuang energi Ramiris. Veldora yang awalnya cuek jadi sedikit tertarik, sementara Ramiris yang sempat protes langsung ciut begitu ditatap tajam oleh Milim. Akhirnya, Rimuru setuju. Mereka mulai mengatur hierarki kekuatan naga elemen ini, di mana Naga Api ditaruh di posisi paling kuat, diikuti Naga Es, Angin, dan Bumi. Dengan bantuan 'kenakalan' Milim yang hobi berburu ini, Labirin Tempest resmi bakal jadi tempat paling mematikan sekaligus paling menguntungkan di dunia!
Kita mulai dari lantai-lantai paling dasar yang bener-bener nggak masuk akal tingkat kesulitannya. Di lantai 99, mereka menciptakan apa yang disebut sebagai Lantai Neraka Api. Ini bukan cuma panas biasa, guys, tapi seluruh areanya tertutup api bersuhu sangat tinggi yang bikin besi pun bisa meleleh dalam sekejap. Tanpa peralatan tahan panas tingkat tinggi, petualang mana pun bakal langsung jadi abu sebelum sempat melangkah lebih jauh. Pindah ke lantai 98, suasananya berubah drastis jadi Lantai Neraka Es. Di sini, kalau kalian berhenti bergerak sedetik saja, tubuh kalian bakal langsung membeku jadi patung es. Tantangannya bener-bener gila karena kalian harus punya ketahanan dingin yang luar biasa. Lalu di lantai 97, ada Lantai Penerangan atau Lantai Petir, di mana benang-benang listrik yang mematikan terus-menerus jatuh dari langit-langit tanpa henti. Di lantai ini, kemampuan navigasi dan keberuntungan kalian benar-benar diuji sampai batas maksimal. Dan puncaknya di lantai 96, ada Lantai Tremor yang penuh dengan gempa bumi jahat untuk mengejek siapa pun yang sudah berhasil bertahan sejauh ini. Semua lantai ini didesain sebagai medan super keras yang dihuni oleh naga-naga elemen yang dijinakkan oleh Milim. Naga-naga ini nggak butuh makan karena mereka bisa menyerap aura Veldora yang melimpah ruah di sana sebagai sumber energi utama. Rimuru juga sangat detail memikirkan sisi ekonominya. Setiap 10 lantai, dia membangun zona aman yang didahului oleh ruang bos. Di zona aman ini, para petualang bisa membeli batu sihir atau menjual item dropan mereka, tapi ada satu jebakan ekonomi di sini: harga ramuan dan kebutuhan dijual dengan harga yang sangat mahal, berkali-kali lipat dari harga normal! Rimuru benar-benar tahu cara memeras kantong para petualang yang sudah kelelahan. Untuk lantai awal, Rimuru sengaja membuatnya sangat mudah agar para pemula tertarik untuk masuk, tapi jangan salah, lebar lorong yang mencapai 250 meter itu didesain supaya petualang banyak berjalan tanpa hasil yang signifikan, sebuah trik psikologis yang jenius. Nah, momen paling mengharukan terjadi saat pembahasan bawahan Ramiris. Milim membawa naga-naga kuat untuk menjadi penjaga, tapi yang bikin merinding adalah fakta bahwa di dalam labirin ciptaan Ramiris, semua bawahannya bersifat abadi. Selama Ramiris masih hidup, bawahan-bawahannya akan terus bangkit kembali meski sudah dibunuh berkali-kali. Melihat Ramiris yang sebenarnya kesepian karena nggak punya bawahan setia, Rimuru melakukan hal yang sangat luar biasa. Dia bertanya pada Beretta, boneka iblis buatannya, apakah dia mau menjadi pelayan tetap Ramiris. Tanpa ragu, Beretta bersumpah setia sepenuhnya pada peri kecil itu. Ramiris sampai jingkrak-jingkrak kegirangan karena akhirnya punya bawahan resmi yang hebat dan abadi di dalam dungeon-nya. Sisi gelap kreativitas Rimuru makin terlihat saat dia memasang jebakan-jebakan sadis seperti ruangan kedap udara dan ruangan beracun. Dia bahkan sampai ditegur oleh Ramiris yang merasa kalau jebakan Rimuru itu terlalu brutal dan mengerikan untuk ukuran manusia biasa. Tapi itulah Rimuru, dia mempersiapkan segalanya dengan sangat matang. Setelah urusan dungeon beres, Rimuru kembali ke kota dan disambut oleh kedatangan Myormiles yang jauh lebih cepat dari jadwal. Myormiles, sang jenius bisnis, langsung diberikan tanggung jawab besar sebagai pemimpin divisi bisnis dan publikasi. Mereka berdiskusi panjang lebar di mansion mewah tentang pembangunan arena, kota kedai di sekitar dungeon, hingga penyebaran undangan ke seluruh bangsawan dan pedagang kaya di berbagai kerajaan. Etos kerja Myormiles bener-bener bikin Rimuru kagum karena dia bisa mengatur hierarki bawahannya dalam waktu singkat. Dengan bergabungnya Myormiles, persiapan Tempest untuk menjadi pusat ekonomi dunia makin nyata. Myormiles sendiri sampai melongo melihat kemajuan Tempest yang bahkan lebih nyaman dan mewah dibanding ibukota kerajaan mana pun. Musim panas mulai mendekat, dan suasana di Tempest makin meriah dengan kedatangan orang-orang asing yang mulai penasaran dengan pengumuman besar dari sang Raja Iblis Rimuru.
.jpg)