Halo sobat BiliZone! Kembali lagi kita di alur cerita Tensura yang makin hari makin gila aja nih! sekarang kita masuk ke babak yang jauh lebih dalam, penuh intrik politik, dan perubahan takdir yang bakal bikin otak kalian traveling! Di Chapter 124 ini, tensinya gak turun sama sekali, malah makin meledak karena kita bakal denger pengakuan jujur dari para saksi mata tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Hinata Sakaguchi. Gila banget kan? Siapkan camilan kalian, karena narasi kali ini bakal panjang banget dan penuh dengan teori mind-blowing!
Cerita dimulai dengan suasana tegang di markas para Ksatria Suci. Fritz, yang baru saja kembali dengan napas tersengal-sengal, mencoba mengumpulkan kembali ketenangannya. Bayangkan, dia baru saja melihat kapten mereka, Hinata, dalam kondisi yang mengerikan. Fritz mulai menjelaskan secara rinci setiap detik kejadian itu kepada Nicholas dan para petinggi gereja lainnya. Gak cuma para ksatria, anak-anak yang diselamatkan dari Glenda juga ada di sana. Mereka tampak sangat lelah, tapi mata mereka menunjukkan keteguhan yang luar biasa. Fritz merasa bahwa keputusan Hinata untuk mengorbankan diri demi anak-anak ini bukanlah sebuah kesalahan. Anak-anak ini, meskipun trauma, membacakan pengamatan mereka tanpa air mata, seolah-olah mereka ingin dunia tahu betapa heroiknya Hinata.
Nicholas, sang Kardinal, mendengarkan dengan raut wajah yang makin lama makin gelap. Plot twist pertama yang dikonfirmasi di sini adalah: Yuuki Kagurazaka dari Freedom Association fiks adalah musuh utama! Yuuki bukan cuma sekadar ketua asosiasi, tapi dia adalah dalang di balik semua kekacauan ini. Yang lebih mengerikan lagi, terungkap bahwa Raja Iblis Kazalim, yang seharusnya sudah mati, ternyata hidup kembali dan menjadi bawahan setia Yuuki. Gila gak tuh? Yuuki punya akses ke kekuatan Raja Iblis kuno untuk melakukan pencucian otak massal menggunakan 'Kristal Kutukan'. Fritz menjelaskan kalau Hinata sebenarnya sudah berhasil melepaskan diri dari manipulasi pikiran itu setelah bertarung melawan Rimuru, tapi Yuuki sudah menyiapkan jebakan Batman dengan menjadikan anak-anak sebagai umpan. Pertempuran di Glenda itu bukan cuma tawuran biasa, tapi pertempuran fana antara Hinata dan seorang Pahlawan yang sudah bersembunyi selama puluhan tahun.
Nicholas sempat skeptis, masa iya ada pahlawan yang mau kerja sama sama Yuuki? Tapi kesaksian Fritz dan anak-anak itu gak terbantahkan. Yuuki punya ambisi gila untuk menjerumuskan seluruh dunia ke dalam kekacauan total agar dia bisa menjadi penguasa tunggal. Dia melakukan pemanggilan (summoning) manusia dari dunia lain hanya untuk dijadikan alat politik dan perang. Lebih gila lagi, rahasia terbesar Gereja Suci Barat terbongkar di depan mata para Ksatria: Paus Kekaisaran Suci Ruberius ternyata cuma boneka! Dan yang bikin jantung Nicholas mau copot adalah kenyataan bahwa Dewa Ruminas yang mereka sembah selama ini sebenarnya adalah seorang Raja Iblis. Ya, kalian gak salah dengar, Dewa adalah Raja Iblis!
Nicholas bimbang. Selama ratusan tahun, Ruminas telah membawa kedamaian dan kemakmuran bagi umat manusia. Bagaimana mungkin dia memberi tahu rakyat kalau Tuhan mereka adalah monster penghisap darah? Belum lagi fakta kalau sang Pahlawan Sejati sekarang berada di bawah kendali Yuuki. Ini benar-benar penistaan tingkat dewa! Fritz menambahkan bahwa kekuatan Pahlawan itu melampaui logika. Hinata yang sudah bertambah kuat setelah duel dengan Rimuru saja dikalahkan tanpa sang Pahlawan menggunakan teknik khusus. Ini berarti level kekuatannya sudah di luar nalar manusia biasa.
Leonard, pemimpin Ksatria Suci lainnya, sampai memegang kepalanya karena stres. Dia bilang kalau mereka menyatakan Pahlawan sebagai musuh, maka seluruh negara akan berbalik menyerang gereja. Tapi Nicholas mencoba berpikir dingin. Dia menduga Yuuki belum punya kekuatan penuh untuk melawan Gereja secara frontal, makanya Yuuki belum mengumumkan kalau Ruminas adalah Raja Iblis. Di tengah keputusasaan itu, Nicholas mulai menggali memori kuno tentang literatur 'Sepuluh Raja Iblis Besar'. Dia menjelaskan sejarah tentang Guy Crimson si Penguasa Kegelapan, Milim Nava si Penghancur, dan Ramiris si Labirin. Dia kemudian menyebutkan nama Dagruel dan akhirnya sampai pada subjek utama: Ruminas Valentine.
Terungkaplah lore yang sangat dalam: Ruminas sebenarnya adalah Putri Vampir Valentine, ratu dari kota 'Night Rose' yang indah namun tragis karena dibakar oleh Naga Badai Veldora ratusan tahun lalu. Sejak saat itu, Ruminas mengambil identitas sebagai Dewa untuk melindungi umat manusia dengan caranya sendiri. Para Ksatria yang mendengar ini hanya bisa terdiam. Mereka telah menyembah Raja Iblis. Rasanya mau ketawa tapi ini tragis banget. Nicholas menyadari kalau Yuuki mengendalikan Pahlawan yang pernah menyegel Veldora, maka Yuuki punya senjata yang bahkan bisa membunuh Raja Iblis kuno seperti Ruminas.
Saat suasana sedang hening-heningnya, tiba-tiba ruangan itu bergetar. Sebuah tekanan sihir yang sangat pekat muncul. Leonard berteriak menyuruh semuanya mencabut senjata. Ruang di tengah katedral terdistorsi, dan munculah tujuh makhluk bertopeng tanpa wajah—para Seven Luminaries. Dan di tengah-tengah mereka, muncul seorang wanita cantik dengan mata heterokromia biru dan merah yang mempesona sekaligus mematikan. Dia adalah Sang Ratu Malam, Ruminas Valentine sendiri! Kehadirannya begitu dominan sampai-sampai para ksatria yang tadi mau melawan malah langsung lemas dan menjatuhkan pedang mereka. Ruminas tersenyum licik, taring putihnya terlihat. Dia mengejek mereka karena menganggapnya lemah di depan Yuuki dan Pahlawan.
Ruminas menawarkan sebuah pilihan sulit: bersumpah setia kepadanya atau hancur bersama negara mereka. Dia juga mengonfirmasi kalau 'Chloe' adalah miliknya. Namun, Nicholas dengan berani menolak. Dia menyatakan kalau kesetiaan mereka hanya milik Hinata Sakaguchi, meski Hinata sudah tiada. Tapi di saat itulah, sebuah suara akrab terdengar dari balik pintu. 'Jangan pergi membunuhku secepat itu,' ucap sesosok wanita berambut hitam panjang dengan pakaian ringan. Semua orang melongo! Itu adalah Hinata Sakaguchi! Tapi suasananya beda, dia tampak lebih tenang dan tersenyum manis.
Hinata menjelaskan paradoks waktu yang terjadi. Dia bilang kalau dia yang sekarang adalah 'asimilasi' dari jiwa masa depan dan masa lalu. Ternyata, selama ini tubuh Chloe yang asli tidur dalam perawatan Ruminas, tapi Yuuki membangunkannya secara paksa sehingga terjadi kekacauan jiwa. Hinata menjelaskan kalau dia harus 'mati' di tangan Chloe agar siklus waktu tetap terjaga, sehingga Chloe bisa bangkit sebagai Pahlawan Sejati. Hinata merasa tugasnya sudah selesai membesarkan 'Telur Pahlawan' di dalam diri Chloe dan dia bersiap untuk menghilang selamanya karena jiwanya sudah mulai habis dilahap oleh proses asimilasi tersebut.
Nicholas hampir menangis mendengar salam perpisahan Hinata. Namun, Ruminas Valentine tidak membiarkan itu terjadi. Dia bilang, 'Kita akan menguji Asmodeus padamu!' Asmodeus adalah Ultimate Skill Ruminas yang mengatur hidup dan mati. Ruminas gak mau kehilangan Hinata begitu saja. Dengan kekuatan dewa yang sebenarnya, Ruminas menarik dua bagian jiwa Hinata dari paradoks waktu dan menyatukannya kembali ke dalam tubuh fisik yang ada di sana. Cahaya menyilaukan memenuhi katedral. Dan boom! Keajaiban terjadi! Hinata Sakaguchi terlahir kembali sepenuhnya sebagai manusia, terpisah dari jiwa Chloe. Sementara itu, Chloe Aubert juga bangkit sebagai Pahlawan Sejati yang murni, tanpa ada jiwa lain yang mengganggu stabilitasnya. Meskipun Chloe masih terikat kontrak tiga permintaan dengan Yuuki, pemisahan ini adalah kemenangan besar bagi pihak gereja. Chapter ini ditutup dengan momen emosional di mana Hinata kembali memimpin para ksatria, dan ancaman Yuuki Kagurazaka kini menjadi target utama mereka. Gila banget kan alurnya? Gak nyangka Ruminas bakal sekeren itu!
.jpeg)