Pengikut

Tensei Shitara Slime Datta Ken (WN) Chapter 99 Bahasa Indonesia

 Halo guys, balik lagi dengan BiliZone di sini. Kali ini kita bakal bedah tuntas sebuah babak yang bener-bener gokil dan krusial banget buat masa depan Tempest. Kalau biasanya kita bahas pertarungan hidup dan mati, kali ini kita bakal bahas gimana Rimuru Tempest mulai menunjukkan taringnya sebagai seorang raja yang punya otak bisnis kelas dewa. Bayangin aja, di tengah kesibukan mengurus negara setelah diakui sebagai Octagram, Rimuru malah kepikiran buat bikin sebuah event raksasa yang bakal bikin seluruh dunia melongo! Cerita dimulai dengan suasana tegang di sebuah toko besar di Kerajaan Brumund. Pemiliknya, siapa lagi kalau bukan Myormiles, seorang pedagang licin yang udah jadi sekutu kepercayaan Rimuru. Myormiles ini lari terbirit-birit, napasnya tersengal-sengal pas dia denger kabar kalau ada tamu istimewa yang nungguin dia di toko. Dia nggak peduli sama sekali soal harga dirinya sebagai pengusaha besar, yang ada di pikirannya cuma satu: 'Apakah Tuan Rimuru bener-bener nungguin aku?'. Pas dia buka pintu tokonya, pemandangan yang dia liat bener-bener bikin dia kaget sekaligus lega. Di sana, di atas kereta yang nyaman, ada sosok gadis manis berambut biru perak yang lagi santai banget. Tapi jangan salah guys, meski penampilannya kayak anak kecil yang imut, gaya bicaranya bener-bener kayak bos besar. Rimuru cuma angkat tangan santai sambil bilang, 'Yo! Cepet juga ya datengnya.' Myormiles bener-bener sujud syukur dalam hati liat Rimuru sehat walafiat. Kalian harus tahu, buat orang kayak Myormiles, Rimuru itu bukan cuma sekadar rekan bisnis, tapi udah kayak sosok yang dia puja. Pelayan-pelayan Myormiles di toko itu juga udah nggak kaget lagi, soalnya Rimuru udah nunggu sejam di situ dan aura 'bos' nya emang nggak bisa bohong. Rimuru yang emang tipenya nggak suka basa-basi langsung ke intinya. Sambil naruh gelas es teh yang dia minum, dia natap Myormiles dengan tatapan yang bikin merinding tapi bikin semangat. Rimuru bilang, 'Aku punya proyek gede, dan aku mau kamu yang jadi produsernya. Gimana? Sanggup nggak?'. Myormiles ngelihat senyum Rimuru yang saat itu bener-bener kelihatan kayak representasi dari segala kelicikan umat manusia, sebuah senyum jahat tapi penuh peluang. Myormiles sadar, tawaran ini bahaya, tapi entah kenapa dia malah makin tertantang. Dia merasa kalau melayani Rimuru adalah keputusan paling bener dalam hidupnya sebagai pedagang. Rimuru pun mulai membeberkan rencananya yang gila: Turnamen Pertempuran di Tempest! Bayangin guys, Rimuru mau bikin stadion raksasa atau Colosseum yang bisa nampung sepuluh ribu orang! Ini bukan cuma soal orang berantem di arena, tapi soal gimana memutar ekonomi dunia. Rimuru mau orang-orang dari seluruh penjuru dunia dateng ke Tempest, makan di sana, tidur di penginapan Tempest yang super mewah, dan akhirnya kecanduan sama kenyamanan negara iblis itu. Myormiles sampe gemeteran denger detailnya. Rimuru nanya dengan nada ngeledek, 'Apa kamu kurang percaya diri, Myormiles?'. Dan boom! Mereka berdua malah ketawa bareng dengan tawa yang bener-bener jahat banget. Rimuru bilang, 'Aku emang jahat, tapi nggak sejahat kamu ya!'. Di sini kita liat gimana Myormiles mulai otaknya jalan cepet banget. Dia langsung kepikiran buat jualan obat restoratif (potion) buat para petarung, sistem taruhan yang bakal muter duit gede, sampe strategi marketing buat promosiin Tempest sebagai kota wisata. Rimuru cuma mau satu hal: 'Aku mau orang pulang dengan perasaan pengen balik lagi ke sini.' Kalau itu sukses, berarti proyek ini berhasil. Tapi puncaknya adalah pas Rimuru nawarin posisi permanen buat Myormiles. Dia diajak join ke Tempest buat jadi Kepala Divisi Perdagangan! Myormiles ngerasa kayak dapet durian runtuh. Dia ngerasa hidupnya yang selama ini cuma cari untung, sekarang punya tujuan yang jauh lebih besar. Setelah Rimuru pergi, Myormiles langsung gercep. Dia panggil semua pelayannya dan bilang kalau dia mau pindah ke Tempest. Yang bikin haru, semua pelayannya tanpa ragu pengen ikut! Myormiles pun mulai beresin asetnya di Brumund. Dia nggak mau ada beban pas dia pindah nanti. Dia bahkan manggil salah satu kerabatnya yang pinter buat nerusin tokonya di Brumund. Gila banget kan? Ini adalah awal mula dari kebangkitan ekonomi Tempest yang bakal bikin negara-negara manusia tunduk bukan karena kekuatan militer, tapi karena ketergantungan ekonomi dan hiburan. Rimuru bener-bener jenius!



Di sebuah toko yang dulunya menjadi 'rumah' bagi seorang pegawai yang pernah gagal total, suasana haru sekaligus tegang menyelimuti. Pegawai ini dulunya kehilangan segalanya, tapi beruntung diselamatkan oleh Myormiles dan dididik menjadi tenaga profesional. Myormiles dengan gaya khasnya yang berwibawa tapi sedikit licik, memberikan kejutan luar biasa. Dia bilang kalau dia dapet tugas penting dan harus meninggalkan negara itu. Yang bikin kaget, Myormiles menyerahkan toko itu sepenuhnya kepada si pegawai tadi. Dia bilang, 'Sukseskan toko ini dan panggil orang tuamu berkunjung suatu hari nanti.' Tapi ya namanya juga Myormiles, dia nggak bener-bener memberikan toko itu secara cuma-cuma ya guys. Di balik senyumnya yang kebapakan, dia tetep seorang pedagang yang menghitung profit. Dia meminjamkan toko itu dengan ekspektasi harganya bakal dikembalikan di masa depan. Ini adalah ujian terakhir bagi si murid; kalau gagal membayar, berarti dia gagal menjadi pedagang sejati. Si pegawai ini sampai nangis-nangis berterima kasih, nggak tahu kalau mentornya ini punya rencana yang jauh lebih besar di Tempest. Gak cuma itu, lima orang pegawai paling potensial di sana secara mengejutkan malah minta ikut Myormiles ke Tempest. Mereka rela meninggalkan zona nyaman demi mengikuti sang guru ke negara monster yang baru berkembang. Myormiles sempat ragu, tapi akhirnya dia sadar kalau dia butuh tim inti yang tepercaya untuk mengelola proyek raksasa Rimuru. Nah, di sisi lain, Rimuru lagi pusing mikirin gimana caranya memanfaatkan turnamen yang bakal diadakan barengan sama pengumuman resmi dia sebagai Raja Iblis. Rimuru mutusin buat ngebangun Colosseum raksasa! Lokasinya nggak tanggung-tanggung, yaitu di dataran luas tempat dia kemarin berantem sama pasukan Ksatria Suci Hinata. Rimuru mikir, daripada tanah itu kosong, mending dijadiin arena gladiator modern. Tujuannya cerdas banget; dia mau nyaring monster-monster kuat dari Hutan Jura buat direkrut jadi tentara Tempest, sekaligus ngasih tontonan ke dunia luar biar nggak ada yang berani macem-macem sama negara monster. Rimuru juga sadar kalau dia butuh 'orang gila' yang ngerti duit, dan di situlah Myormiles masuk. Myormiles yang baru sampai ke Tempest langsung ditarik Rimuru. Bukannya takut, Myormiles malah lebih semangat dari Rimuru! Dia bahkan udah kepikiran buat jualan ramuan obat (potion) kelas atas di sela-sela acara turnamen. Akhirnya rencana pembangunan Colosseum diperbesar, ada kursi VIP, kotak khusus bangsawan, pokoknya mewah banget deh. Gerudo dan tim konstruksinya pun langsung kerja lembur buat nyelesein mahakarya ini. Sementara itu, para petinggi Tempest kayak Shion, Benimaru, dan yang lainnya tiba-tiba menghilang buat latihan rahasia karena nggak mau malu-maluin di turnamen nanti. Setelah urusan pembangunan beres, Rimuru menyempatkan diri mampir ke Brumund buat ketemu sama Fuze, kepala Asosiasi Kebebasan di sana. Lucunya, Rimuru dateng tanpa topeng anti-sihirnya, jadi semua orang di sana terpana ngelihat sosok gadis cantik (padahal slime) yang masuk ke kantor. Resepsionisnya yang dulu pernah ketemu Rimuru langsung ramah banget dan nuntun dia ke ruangan Fuze lewat lingkaran sihir rahasia. Di dalam, Fuze lagi pusing tujuh keliling mikirin perubahan peta politik dunia. Begitu Rimuru masuk, Fuze langsung komplain, tapi ya sambil nyediain teh juga. Di sini suasananya jadi serius banget, guys. Rimuru ceritain semua yang terjadi di Walpurgis, tentang terbentuknya Octogram, dan yang paling mengejutkan adalah kecurigaan Rimuru terhadap Yuuki Kagurazaka. Rimuru curiga kalau Yuuki terlibat dengan Chaos Lord Kazarim dan punya agenda gelap. Fuze yang denger itu hampir nggak percaya, tapi dia tahu Rimuru nggak mungkin bohong. Rimuru pun ngasih Fuze item sihir anti-pengendali pikiran dan seratus koin emas buat biaya operasional penyelidikan rahasia. Rimuru menitipkan misi paling penting: selidiki Yuuki dan amankan anak-anak (murid Shizue) kalau-kalau Yuuki mulai bertindak aneh. Rimuru nggak mau gegabah karena Yuuki udah punya jaringan pengaruh selama 10 tahun, jadi dia minta Fuze gerak lewat jalur belakang yang sangat rahasia. Fuze akhirnya setuju, meski dia ngeluh kalau hidupnya jadi jauh lebih ribet semenjak kenal Rimuru. Tapi ya itulah Rimuru, dia selalu selangkah lebih maju dalam mengamankan masa depan teman-temannya.